Paripurna DPR Dibuka, Ketatnya Pengamanan Dipertanyakan
Senin, 21 Mar 2005 14:53 WIB
Jakarta - Rapat paripurna DPR RI yang membahas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapatkan pengamanan ketat. Pengamanan ekstra ketat ini mendapat protes dari anggota Fraksi PDIP Trimedia Panjaitan.Anggota Komisi III DPR ini melakukan interupsi tak lama setelah rapat paripurna dibuka Ketua DPR Agung Laksono pada pukul 14.25 WIB, Senin (21/3/2005). "Ini pengamanan berlebihan. Ada metal detector di lantai satu padahal ini rumah rakyat," kata Trimedya.Menurut Trimedya, rapat paripurna kali ini bukan sidang umum yang harus diamankan berlebihan. "Rakyat akan makin bertanya-tanya ada apa. Dan apa yang terjadi di Gedung DPR. Dan tadi malam (dalam rapat konsultasi pimpinan fraksi dengan pimpinan DPR) juga tidak ada pembicaraan mengenai penambahan pengamanan," tukasnya.Rapat yang digelar di ruang sidang paripurna di lantai tiga Gedung Nusantara II, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, ini dihadiri 296 dari 547 anggota DPR. Sidang tidak dihadiri satu pun anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR yang sejak awal meang menyatakan menolak menghadiri rapat paripurna.Anggota F-PDIP Pertanyatakan Ketat PengamananRapat paripurna DPR RI yang membahas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapatkan pengamanan ketat. Pengamanan ekstra ketat ini mendapat protes dari anggota Fraksi PDIP Trimedia Panjaitan.Anggota Komisi III DPR ini melakukan interupsi tak lama setelah rapat paripurna dibuka Ketua DPR Agung Laksono pada pukul 14.25 WIB, Senin (21/3/2005). "Ini pengamanan berlebihan. Ada metal detector di lantai satu padahal ini rumah rakyat," kata Trimedya.Menurut Trimedya, rapat paripurna kali ini bukan sidang umum yang harus diamankan berlebihan. "Rakyat akan makin bertanya-tanya ada apa. Dan apa yang terjadi di Gedung DPR. Dan tadi malam (dalam rapat konsultasi pimpinan fraksi dengan pimpinan DPR) juga tidak ada pembicaraan mengenai penambahan pengamanan," tukasnya.Rapat yang digelar di ruang sidang paripurna di lantai tiga Gedung Nusantara II, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, ini dihadiri 296 dari 547 anggota DPR. Sidang tidak dihadiri satu pun anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR yang sejak awal memang menyatakan menolak menghadiri rapat paripurna.Ketatnya pengamanan juga terlihat dari pengawalan polisi terhadap Agung Lasksono. Tak kurang dari tujuh polisi yang mengawal Ketua DPR RI.
(gtp/)











































