Pantauan detikcom di depan gedung lama KPK, Jl HR Rasuna Said, Kamis (2/6/2016), sejumlah pemdemo yang menggunakan 3 metro mini berhenti di depan gedung tersebut. Para Pendemo ini didominasi oleh pria, namun ada pula wanita dan anak-anak.
Belum jelas maksud dan tujuannya berdemo, sesaat mereka akan turun dari metro mini, puluhan personel kepolisian yang dipimpin Kapolsek Setiabudi, AKBP Tri Yulianto langsung meminta para Pendemo untuk melakukan aksinya di gedung KPK baru yang terletak di samping Hotel Royal Kuningan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun beberapa pendemo sempat bersikeras untuk melakukan aksinya di depan gedung lama. Sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menyuruh mereka kembali naik ke atas metromini.
"Kan sudah di katakan jangan di sini! Kamu mengganggu pengguna jalan!" tegas Sri.
Kejadian yang berlangsung selama 15 menit tersebut otomatis membuat lalu linta di depan gedung lama KPK sempat tersendat. Dengan bersungut-sungut para pendemo yang belum diketahui asal usulnya ini akhirnya diarahkan polisi untuk melakukan aksi mereka di gedung KPK yang baru.
"Jadi mereka ini mengaku dari aliansi. Kalau perwakilan, memang boleh diantar ke gedung lama, nggak usah banyak,paling 10 orang. Kalau kantong massa di sini (di gedung baru)," ujar Kapolsek Setiabudi, AKBP Tri Yulianto.
Sebanyak 759 personel disiagakan untuk mengamankan gedung KPK dari gempuran pendemo yang dikabarkan akan melakukan aksi mereka di gedung baru KPK. Demonstrasi dilakukan di lokasi baru untuk mengantisipasi peristiwa kemarin, di mana pendemo melakukan aksi anarkis dengan mencorat coret logo KPK serta membuat kemacetan di jalan.
"Antisipasi kejadian kemarin. Banyak masyarakat yang komplain karena pendemo bikin macet, makanya mereka di arahkan ke gedung baru," kata Tri.
Saat ini pengamanan berupa kawat berduri telah dipasang di depan gedung baru KPK. Informasi yang beredar mengatakan akan ada sejumlah massa buruh yang akan melakukan demo di KPK siang ini. (rii/rvk)










































