FPDIP Ancam WO dari Sidang Paripurna DPR
Senin, 21 Mar 2005 14:37 WIB
Jakarta - Tampaknya makin mulus saja langkah DPR menerima kenaikan harga BBM. Pasalnya, FPDIP yang bersikeras menolak kenaikan harga, mengancam akan walkout (WO) bila aspirasinya tidak terakomodir, Senin (21/3/2005)."Kalau tidak dipenuhi, kami akan melakukan WO karena pemerintah sudah jelas melakukan pelanggaran atas azas pemerintahan yang baik seperti untuk realokasi anggaran, itu harus dibicarakan dengan DPR. Tapi ini kan tidak," kata Wakil Ketua FPDIP Gayus Lumbuun saat menerima rombongan mahasiswa yang menyampaikan penolakannya pada kenaikan harga BBM di ruang pertemuan FPDIP."Dan kami meminta mahasiswa untk tidak menyamaratakan sikap kepada DPR. Karean DPR masih ada fraksi-fraksi," sambung Gayus.Pimpinan FPDIP lainnya, Sidarto Danusubroto menambahkan, saat ini ada upaya pembunuhan karakter terhadap sikap kritis FPDIP yang menolak kenaikan BBM. "Kita malah dinilai bertindak seperti preman. Padahal teman-teman ke depan itu karena mikrofon tidak ada yang menyala. Tapi semua media tidak ada yang memberikan ini," paparnya.Seperti diketahui, Effendy Simbolon dari FPDIP pada sidang paripurna pekan lalu adalah anggota DPR pertama yang maju ke meja Agung Laksono untuk protes. Dia mengaku mikrofonnya mati sehingga dia harus maju ke depan. Tapi langkah Effendy diikuti oleh sesama rekannya dan fraksi-fraksi lain sehingga memicu kehebohan."Kami tidak mempunyai gambaran bagaimana 5 tahun ke depan DPR bisa melaksanakan hak konstitusionalnya karena saat ini hanya 3 fraksi yang berani tegas berani membela kepentingan rakyat guna menolak keniakan BBM, sementara lainnya main dua kaki. Kami hanya berharap jangan sampai ada upaya deparpolisasi dan neo-Orba berkembang," demikian Sidarto.
(nrl/)











































