"Ancaman yang baru sudah mulai mereda yaitu bangkitnya unsur-unsur PKI. Perlu saya sampaikan kalau tentara-tentara itu marah ya panteslah, dalam sapta marga jelas, kami warga Indonesia berdasarkan Pancasila. PKI itu bukan Pancasila," ujar Ryamizard di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Ryamizard yang mengenakan batik warna cokelat ini mengatakan kekuatan terkuat dalam pertahanan negara bukanlan Alutsista, melainkan kecintaan rakyat terhadap negara. Kecintaan itu yang menjadi basis kekuatan negara dalam masa perang maupun damai.
"Dalam era globalisasi kita patut mewaspadai ancaman fisik yang lebih berbahaya khususnya ancaman pada ideologi Pancasila yang bisa mengancam kesatuan bangsa," kata Ryamizard.
Simposium Waspada PKI ini digelar dari tanggal 1 Juni kemarin dan akan ditutup sore ini. (fjp/fjp)











































