Garuda Bentuk Desk Munir
Senin, 21 Mar 2005 14:29 WIB
Jakarta - Garuda akan membentuk desk Munir yang melakukan investigasi sejauhmana keterlibatan awak Garuda dalam kasus kematian pejuang HAM tersebut serta mendukung digelar prarekonstruksi kasus Munir.Hal ini disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat menerima rombongan istri Munir, Suciwati di kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2005).Turut hadir, Kepala Operasional Kontras Edwin Partogi, Sekjen Kontras Mufti, Direktur Operasional Imparsial Rusdi Marpaung, Wakil Direktur YLBHI Patra Zein beserta 12 orang perwakilan pengunjuk rasa.Selain itu, hadir pula Direktur Operasi Garuda Ari Sapari, Direktur Keuangan Garuda Alex Manaklaran, Direktur Niaga Garuda Arya Respati dan Direktur Strategi dan Usaha Achirina."Tentunya, kita semua tahu bahwa ini negara hukum. Kami akan mengikuti prosedur hukum. Kami akan membantu apa yang kami berikan agar proses ini bisa lancar. Kita akan terbuka dan kooperatif," kata Emirsyah."Saya jamin sekarang kita kooperatif. Saat ini, Garuda sedang prihatin, kita ditugasi untuk meningkatkan kinerja tetapi dengan adanya kasus ini sama sekali tidak membantu kita dalam meningkatkan kinerja Garuda. Jadi sangat jelas ini kepentingan kami sehingga bisa diperbaiki," ungkap dia.Emirsyah menegaskan Garuda siap melaksanakan prarekonstruksi kasus Munir."Kalau ada permintaan prarekonstruksi terhadap kasus Munir, kami laksanakan," tandasnya."Kalau manajemen sebelumnya tidak kooperatir, sekarang kita kooperatir. Garuda juga akan membentuk desk Munir yang akan melakukan internal investigasi ke dalam untuk mengetahui sejauhmana keterlibatan awak Garuda," papar Emirsyah.Direktur Operasi Garuda Ari Sapari mengatakan Garuda membutuhkan waktu persiapan selama 2 minmggu untuk mengatur jadwal prarekonstruksi yang baru.Dalam kesempatan tersebut, Suciwati menyampaikan keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi di Garuda dan bagaimana seorang karyawan Garuda bisa terlibat dalam kasus kematian suaminya tersebut. Mereka juga meminta agar Garuda mendukung upaya pengusutan kasus Munir.
(aan/)











































