Pembagian Anggaran Pilkada Pakai Pendekatan Maksimum
Senin, 21 Mar 2005 14:17 WIB
Jakarta - Anggaran Pilkada langsung untuk daerah-daerah dipastikan akan memakai pendekatan bantuan maksimum dan celah fiskal untuk mengetahui rendah atau tingginya kapasitas dana dari daerah dalam menyelenggarakan Pilkada yang akan dimulai Juni 2005.Hal ini disampaikan Dirjen Bina administrasi Keuangan Daerah Timbul Pujianto di Gedung Depdagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, (21/3/2005)."Dana 50 persen APBN dan 50 persen APBD tidak begitu saja dibagi, tapi pada saat membaginya kita memakai bantuan maksimum dan celah fisakal untuk melihat kapasitas keuangan daerah," kata Timbul.Persentase dana yang diberikan ke daerah-daerah, kata Timbul, ada yang mendapat 95 persen atau 35 persen dari APBN. Angka tersebut tergantung kapasitas keuangan daerah. Timbul menjelaskan, hampir seluruh daerah pemekaran mendapat dana dari APBN sebanyak 95 persen. Dia lalu menyontohkan daerah Sulawesi Barat yang tidak memiliki kapasitas keuangan."Tetapi kalau ada daerah yang lebih besar dananya dari pada kebutuhannya itu pasti kena faktor koreksi. Artinya, kita potong lalu kita sebarkan lagi ke daerah-daerah," kata Timbul.Lebih lanjut, Timbul mengatakan, anggaran Pilkada yang masih dibahas Panitia Anggaran Komisi II masih berkisar di angka Rp 1,225 triliun yang sebagian dananya dari APBD. Sedangkan dari APBN sebesar Rp 744 miliar.Timbul juga menjelaskan dari Rp 744 miliar tersebut akan dipotong 10 persen untuk dana cadangan bagi Depdagri guna mengantisipasi kemungkinan putaran pemilihan sampai dua kali atau hal-hal lain yang tidak dapat diduga.Dijelaskan juga, dana itu juga akan digunakan untuk sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta pemutakhiran data bagi pemilih."Memang ada perubahan sedikit dari dulunya sebesar Rp 185 miliar, sekarang menjadi Rp 147 miliar. Ini disebabkan ada hal-hal yang dipandang dulu perlu dilakukan tapi setelah dipikirkan lebih lanjut tidak efektif untuk dilakukan. Misalnya, sosialisasi dengan media, surat kabar, lalu diganti hanya dengan leaflet saja," paparnya.
(umi/)











































