Ahok dan Djarot: Soal Pilgub DKI 2017, Tunggu Usai Lebaran

Ahok dan Djarot: Soal Pilgub DKI 2017, Tunggu Usai Lebaran

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 01 Jun 2016 21:11 WIB
Ahok dan Djarot: Soal Pilgub DKI 2017, Tunggu Usai Lebaran
Ahok dan Djarot saat Harkitnas (Foto: Bagus Prihantoro)
Jakarta - Kompak, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat sepakat bahwa perdebatan soal Pilgub DKI 2017 sebaiknya ditunda sampai puasa dipungkasi lebaran. Soalnya tidak baik bila perang pernyataan soal Pilgub DKI diumbar saat bulan puasa.

Hal ini disampaikan usai keduanya berjalan dari Gedung DPRD DKI menuju Balai Kota, Rabu (1/6/2016). Ahok optimis bahwa KTP dukungan untuknya bakal terkumpul sampai sejuta.

Menurutnya, momen bulan puasa tak elok bila diisi dengan 'serangan-serangan' opini soal persaingan Pilgub DKI 2017. Dengan kata lain persaingan sengit, namun sportif tentunya, menuju Pilgub DKI 2017 bisa dimulai setelah bulan puasa berakhir.

"Lewati puasa lebaran dulu deh. Masak gue (saya) mesti berantem pas puasa, lu (Anda) gimana lu?" ujar Ahok.

"Betul enggak, Pak Djarot?" tanya Ahok ke Djarot yang berdiri sekitar dua langkah darinya. Djarot-pun sepakat dengan pandangan Ahok.

"Enggak usah mikir. Biar saja. Betul (yang dikatakan Ahok). Masih lama (pendaftaran Pilgub). Ngapain (harus bicara Pilgub)? Enggak baik (bila bulan puasa diisi dengan perang pernyataan)," tutur Djarot.

Selanjutnya, Ahok menjawab soal peluang berduet lagi dengan Djarot lewat Pilgub DKI 2017. Dia menyatakan, sampai saat ini semua nama kandidat cawagub untuknya masih bersifat belum pasti, ibarat dua pasangan yang belum terikat pernikahan. Jadi masih saja terbuka peluang perubahan jodoh sampai 'janur kuning melengkung'.

Rencana duetnya dengan Heru Budi Hartono, seorang pejabat PNS, juga dinyatakan Ahok belumlah bersifat mengikat bak pernikahan. Jadi bila Ahok ganti pasangan, maka itu belum bisa dikatakan selingkuh sebagaimana suami meninggalkan istri.

"Kalau Pak Heru kan namanya juga saling pengertian. Kan belum menikah. Bukan selingkuh dong. Istri jatah dua kan masih kurang, empat to?" tutur Ahok. (dnu/imk)


Berita Terkait