Soal Scorpion, Tutut Siap Bawa ke Pengadilan
Senin, 21 Mar 2005 14:07 WIB
Jakarta - Mbak Tutut siap melayangkan gugatan hukum bila namanya kembali disebut menerima suap dalam kasus pembelian 100 tank Scorpion di era keemasan ayahnya. Sebelumnya dia tak bereaksi menanggapi kasus ini, karena Pak Harto memintanya diam."Kami memang selalu diam, karena memang diperintah Bapak," kata Tutut dalam RDPU dengan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2005).Menurut Tutut, ketika namanya ramai diberitakan menerima suap Rp 219 miliar dalam pembelian Scorpion, pada akhir Desember lalu, dia langsung mengontak Amir Syamsuddin, pengacara jempolan."Dan lawyer kami siap untuk melakukan legal action kalau ada pemberitaan lagi seperti ini," ancam Tutut.Meski demikian, putri pertama Pak Harto ini siap jika suatu ketika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait masalah ini. "Yang jelas kami siap untuk dipanggil KPK. Salah tidak salah, kami siap," janji Tutut. Seperti diketahui, KPK juga turun tangan menyelidiki kasus ini.Rini yang Bisa JelaskanDalam keterangannya, Tutut menyatakan bahwa yang bisa menjelaskan secara rinci pembelian Scorpion adalah Rini Suwondho, rekanan Alvis Vehicles Limited (AVL) Inggris, produsen Scorpion. "Yang bisa menjelaskan persis ya Bu Rini," tandas Tutut.Tutut menceritakan bagaimana dia berkenalan dengan Rini. "Saya memang ketemu dia saat ada pameran. Dia menanyakan apakah saya ikut dalam pengadaan Scorpion. Saya malah balik bertanya, apa itu Scorpion. Dia menjawab itu nama tank. O saya tidak ikut sama sekali," tutur Tutut.Kata Tutut, Rini mengaku ingin mengkonfirmasi karena AVL bilang ada keluarga Cendana yang ingin masuk dalam bisnis itu. Ketika Tutut pergi ke Inggris, dia sempat bertemu dengan Rini. Tutut bertanya kok Rini tahu dia di Inggris."Dia bilang, Alvis tidak percaya kalau tidak ada keluarga (Cendana) yang tidak terlibat dalam pengadaan Scorpion. Akhirnya, kami bertemu dengan 3 orang dari Alvis. Mereka tanya apakah ada pihak keluarga yang ikut. Saya tegaskan, tidak ada," tutur Tutut."Lalu saat saya ke London lagi, ada undangan dari Alvis untuk meninjau pabrik karena memang saya senang mengikuti kunjungan walau saya tidak ikut proyek-proyek. Setelah itu tidak ada hubungan lagi," demikian Tutut.Rini membenarkan dia menghubungi Tutut dalam kasus itu. "Saya memang menghubungi Ibu Tutut karena Alvis mengungkapkan ada pihak-pihak yang mengatasnamakan keluarga (Cendana)," demikian Rini.
(nrl/)











































