Khusus soal truk dan kendaraan besar, seorang pembaca detikcom Ina Andriana memberi sumbang saran. Menurut dia, ada baiknya sopir perlu ditertibkan agar bisa berdisiplin berlalu lintas.
"Tidak jarang pengendara mobil dibuat jengkel dengan keberadaan truk dan kendaraan besar yang sangat mengganggu. Truk dan kendaraan besar yang melewati Tol Dalam Kota ataupun JORR mempunyai banyak problema. Sopir atau pengemudi truk dan kendaraan besar yang tidak disiplin dan taat lalu lintas," jelas Ina dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Rabu (1/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sopir truk dan kendaraan besar juga sering kali ugal-ugalan di jalan tol, perlengkapan mobil mereka seperti lampu yang tidak memadai atau tidak sesuai standar menjadi poin yang membahayakan mobil lain," sambung dia,
"Barang bawaan (muatan) pada truk dan kendaraan besar seringkali kita jumpai di jalan selalu melibihi kapasitasnya, mengakibatkan truk sering pecah ban, patah as, mobil miring, dan lain-lain jika hal itu terjadi pasti mengakibatkan kemacetan yang luar biasa dikarnakan kesulitan untuk memperbaiki atau mengevakuasi," tutur dia lagi.
Truk ini memang penting keberadaannya terkait logistik sembako. Jadi, perlu diatur bagaimana operasional di tol.
"Waktu operasional truk juga menjadi kunci dalam kemacetan Jakarta, truk berada dijalan pada jam-jam sibuk sehingga mengakibatkan volume kendaraan semakin tinggi. Alangkah lebih baiknya apabila jam operasional truk disesuaikan dengan keadaan lalu lintas, contohnya waktu tengah malam sehingga bisa mengurangi kemacetan Jakarta," tutup dia. (dra/dra)











































