Mendengar hal tersebut, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyampaikan penolakannya. Dia menyebut, jika dibandingkan dengan Jawa Timur, Kaltim bukan peringkat kedua prostitusi tertinggi.
"Saya protes, kalau Kaltim paling banyak prostitusi, enggak benar itu. Jumlah penduduk Jatim itu 10 kali lipat dari Kaltim, pasti mereka paling banyak," kata Awang dalam sambutannya di acara penutupan daerah prostitusi di Kaltim, Rabu (1/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pak, kalau Kaltim itu tertinggi jumlah lokalisasinya. Tadi ada 22 kan. Tapi isinya tidak banyak," kata Mensos Khofifah dalam sambutannya di Kalimantan Timur.
Hari ini, sebanyak 22 daerah lokalisasi di Kalimantan Timur dihentikan aktifitasnya. Para PSK, lanjut Khofifah, masing-masing akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta. Uang tersebut nantinya untuk memenuhi kebutuhan para PSK tersebut.
"Nanti kalau ada yang mau minta pulang ke kampung halamannya, nanti yang kasih uangnya dari Pemprov," jelas Khofifah. (dra/dra)











































