Politisi NasDem Luthfi Andi Mutty mengatakan, menjadi pertanyaan besar ketika Partai Golkar menyatakan dukungannya untuk Jokowi saat Pilpres masih akan berlangsung tiga tahun lagi. Sebagai partai terbesar sekaligus tertua, semestinya Golkar punya kader terbaik sendiri untuk diusung sebagai calon presiden.
"Dia (Golkar) partai besar, tertua, kadernya terbanyak, tapi kok enggak bisa menemukan kadernya yang terbaik, ini kan pertanyaan besar?" kata Luthfi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar itu menyalip di tikungan. Kenapa kok buru-buru amat, orang belum bicara pilpres kok Golkar sudah bicara pilpres," tambah anggota komisi II itu.
Luthfi mengakui bahwa Golkar adalah partai tertua dengan sistem kaderisasi yang sangat baik. Namun, Ia merasa aneh jika Golkar justru mengambil keputusan kilat mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
"Mereka mungkin sudah tiba pada kesimpulan pada mereka tidak memiliki kader yang tidak bisa dijual lagi kepada masyarakat," tutur dia.
"Ini kan pembajakan kader namanya, dulu belum ngomong-ngomong presiden, mereka sudah ngusung. Sekarang kita belum bicara pencalonan dia malah mengusung kader lain," imbuhnya. (erd/tor)











































