DetikNews
Rabu 01 Juni 2016, 11:17 WIB

Jokowi Mulai Siapkan Diri Hadapi Pilpres 2019?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jokowi Mulai Siapkan Diri Hadapi Pilpres 2019? Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pilpres 2019 masih jauh namun Golkar yang belakangan mesra dengan Jokowi sudah mempersiapkan Presiden RI itu maju kembali di Pilpres 2019. Sebuah fenomena unik, memantik spekulasi politik soal Jokowi yang mulai menatap Pilpres 2019.

Mulai dari penjadwalan Munaslub Golkar, Jokowi sudah sangat berpengaruh. Seolah tak ingin lagi 'melawan' pemerintah, Golkar sengaja menyesuaikan jadwal Munaslub Golkar dengan agenda Presiden Jokowi. Semata-mata agar Presiden bisa hadir di pembukaan Munaslub Golkar, karena penyesuaian ini jadwal Munaslub Golkar sempat dimaju-mundurkan sampai tiga kali. Tak sedikit yang melihat ini sebagai sebuah sinyal politik bahwa Golkar sudah takluk di tangan Jokowi. Terakhir, ketum sebelumnya Aburizal Bakrie sengaja datang ke Istana melaporkan persiapan munaslub dan memastikan kehadiran Jokowi.

Kuatnya pengaruh Jokowi juga jadi isu panas di arena Munaslub. Selama gelaran Munaslub Golkar, restu Jokowi banyak disebut sebagai kunci kemenangan caketum Golkar. Jokowi memang tak menyatakan langsung mendukung salah satu caketum, namun terus memantau lewat Menko Polhukam Luhut Panjaitan yang bahkan diizinkannya untuk terjun langsung di arena Munaslub Golkar.

"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi di arena Munaslub Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016).

Singkat cerita, Setya Novanto yang kabarnya didukung Luhut Panjaitan dan mengantongi restu Jokowi akhirnya terpilih jadi Ketum Golkar. Setelah perjalanan panjang kisruh Golkar yang berakhir di Munaslub di Bali, partai beringin memantapkan sikap mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Golkar pun langsung menyatakan akan mengusung Jokowi di Pilpres 2019. Ketum Setya Novanto bahkan berani menempatkan Luhut Pandjaitan yang masih aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar, mungkin karena Jokowi sebelumnya juga mempersilakan Luhut 'bermanuver' menemui DPD Golkar jelang Munaslub.

Itu hanya sedikit cerita soal kuatnya pengaruh Jokowi di Munaslub Golkar. Sekelumit kisah ini dibaca oleh sejumlah kalangan pengamat politik sebagai manuver Jokowi yang mulai mempersiapkan Pilpres 2019.

Bagi Peneliti CSIS Arya Fernandes, wajar saja kalaupun Jokowi mulai mempersiapkan diri menghadapi Pilpres 2019 lantaran sampai saat ini tak ada jaminan PDIP bakal mengusung kembali Jokowi. Kalaupun Jokowi tidak sedang serius mencari kuda tunggangan untuk Pilpres 2019, mungkin saja sedang testing the water, mencoba-coba respons PDIP.

"Setiap politisi pasti akan mempersiapkan diri, jadi buat Jokowi kampanye jangka panjang. Tapi Jokowi juga ingin melihat reaksi PDIP sekarang. Apakah reaksi PDIP positif atau nggak atau bagaimana. Karena penting dilihat oleh Jokowi karena dia ingin memastikan apakah PDIP mengusungnya di Pilpres 2019 atau tidak," ujar Arya kepada wartawan, Rabu (1/6/2016).

Namun Arya tak memungkiri ada juga benefit diambil Golkar dari pernyataan dukungan ke Pilpres 2019 yang bisa dibilang terlalu dini ini.

"Ini Golkar cari keuntungan dari sini. Setelah didera perpecahan yang panjang Golkar butuh strategi khusus. Jadi mencari isu populer dan kontroversial, seperti mengusung Jokowi ke Pilpres, mendukung Ahok di Pilgub DKI, dan mewacanakan Soeharto jadi pahlawan nasional," kata Arya.

Dengan melontarkan isu-isu semacam itu manuver Golkar akan muncul dalam berbagai perbincangan politik. "Jadi mereka butuh isu yang strategis agar bisa diperbincangkan," katanya.

Kembali soal sinyal Jokowi mempersiapkan diri menuju Pilpres 2019, semoga saja baru testing the water sehingga tidak mengganggu fokus kerja pemerintahan Jokowi-JK yang masih menyisakan tiga tahun lagi.


(van/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed