"Kalau yang namanya 'sahur on the road' itu silakan, tapi tolong lapor kepada aparat kepolisian supaya kita amankan dan kita kawal. Berapa lama kegiatannya kan begitu. Hanya makan sahur bersama setelah itu selesai, silahkan bubar," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan di Malolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/5/2016).
"Bukan izin, saya kan mengimbau, itu kan imbauan saya. Jangan ada dusta di antara kita, hilangkan sekat-sekat itu. Jangan berpersepsi, bersuudzon kepada polisi. Jangan juga polisi bersuudzon kepada masyarakat yang melakukan sahur bersama," Kapolda menegaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah kita sampaikan kepada rekan-rekan Kapolres, tinggal melakukan bagaimana rekan-rekan Kapolres melakukan itu dan bagaimana analisisnya tajam. Karena anatomi crime di wilayahnya dia tahu jam-jam berapa itu kejadiannya (kerawanan)," lanjutnya.
Kejahatan yang diantisipasi yakni curanmor, curas, jambret, curat dan lainnya. "Dia bisa petakan, kalau jam-jam rawan ini maka patrolinya saya perkuat di daerah itu. Saya galakkan poskamlingnya, babinkamtibnas digalakkan, intelijen juga bermain. Ya dikeroyok harusnya begitu," tambahnya.
"Itulah pola-pola yang dilakukan, tapi kan saya nggak mungkin kontrol itu sampai sejauh itu, sepakat kalau Kapolresnya mampu saya yakin kalau kejahatan turun berarti dia bekerja dengan baik," pungkasnya. (mei/miq)











































