Siap Jadi Wanbin Golkar? Priyo: Kita Lihat Saja

Siap Jadi Wanbin Golkar? Priyo: Kita Lihat Saja

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Selasa, 31 Mei 2016 21:12 WIB
Siap Jadi Wanbin Golkar? Priyo: Kita Lihat Saja
Foto: Priyo di gedung DPR (Lamhot/detikfoto)
Jakarta - DPP Golkar telah mengumumkan 247 pengurusnya pasca Munaslub. Mantan caketum Priyo Budi Santoso diumumkan menjadi anggota Dewan Pembina Partai Golkar. Apa tanggapan Priyo?

Priyo mengaku belum diberi tahu soal posisi tersebut. Karena itu dia belum bisa banyak bicara soal posisi barunya itu.

"Saya kira mas Novanto dan teman-teman formatur sudah mencoba berikhtiar. Hasilnya seperti itu ya gimana ya? Pokoknya lebih baik saya bersikap menghormati saja," ujar Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, (31/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Priyo berharap Novanto menempatkan pengurus Golkar dengan tepat. Karena hanya personel pengurus yang cakap dan punya rekam jejak yang teruji yang bisa membangkitkan kembali kebesaran Golkar.

"Diperlukan wisdom dalam menempatkan personel yang pas untuk memperkuat kepengurusan Golkar di saat Golkar belum sepenuhnya sembuh dari luka konflik yang berkepanjangan," ingat mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Saat ditanya apakah siap menjalankan tugas baru sebagai Anggota Wanbin Golkar, Priyo hanya tersenyum dan mengangguk kecil, tak menjawab secara gamblang. Bahkan nadanya terdengar kurang antusias.

"Saya kan belum membaca secara utuh terhadap keseluruhan yang kemarin diumumkan, baru sepenggal dari laporan mass media. Saya sudah dihubungi tapi belum membaca utuh," kata Priyo beretorika.

"Saya kira kita harus belajar menghormati keputusan mereka yang berwenang. Mengakomodir banyak tokoh mungkin tidak mudah. Monggo saja formatur punya keputusan seperti ini. Mungkin mereka mencoba maksimal, mungkin. Ya kita lihat aja," imbuh Priyo lagi-lagi berteka-teki.

Kabarnya Priyo adalah caketum Golkar yang membuat kesepakatan di last minute untuk memenangkan Novanto. Priyo berkomitmen memberikan suaranya ke Novanto hanya beberapa saat sebelum pemilihan ketum Golkar. Apakah diantara mereka ada deal khusus? Bukankah dalam politik tidak ada makan siang yang gratis?

(miq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads