Ahok mengaku belum terlalu mendalami peristiwa kriminil itu. Namun bila benar bahwa anggota pasukan oranye berbuat demikian, pemecatan harus dilakukan.
"Kalau ada, harus dipecat," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (31/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang itu enaknya kita kontrak individual. Begitu ada kasus, kita pecat, langsung cabut semua, masukin ke penjara," kata Ahok.
Kunci pengawasan pasukan oranye ada di lurah dan PNS yang menaungi mereka. Soalnya lurah dan PNS terkaitlah yang memerintahkan kerja pasukan oranye.
Namun Ahok mengaku kesulitan untuk melakukan langkah preventif untuk mencegah masuknya orang-orang berpotensi kriminal ke PPSU. Soalnya, tindakan melanggar hukum memang bisa ditemui di mana-mana, dari kalangan kelas pekerja hingga pejabat.
"Memang susah. Orang PNS, pejabat saja juga ada yang maling. Ya enggak bisa," kata Ahok. (dnu/dra)











































