Tersangka Kasus Gafatar Andri Cahya: Anak Musadeq dan Presiden Gafatar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 30 Mei 2016 19:48 WIB
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta - Ahmad Musadeq merencanakan pemufakatan makar dengan organisasi Gafatar. Penyidik Polri telah menemukan bukti baru.

Usai melakukan deklarasi Gafatar di kawasan Bogor, Sabtu (15/8/2015) lalu, para pengikutnya mengucapkan syahadat versi mereka. Rupanya secara diam-diam Musadeq juga telah melantik 12 pimpinan wilayah negara kesatuan Negeri Karunia Tuan Semesta Alam Nusantara' di Indonesia dan Malaysia.

"12 wilayah dibagi struktur gubernur. Deklarasi Agustus juga dilakukan pelantikan terhadap 12 gubernur tersebut. Dari kegiatan 12 Gubernur juga melaksanakan kegiatan dan memberikan laporan sosok presiden negeri karunia tuhan semesta alam nusantara," ujar Kasubdit 1 Keamanan Negara, Ditipidum Bareskrim, AKBP Satria Adhy Permana dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Senin (30/5/2016).

Struktur kepemimpinan tertinggi sudah terbentuk, Ahmad Musadeq selaku guru spiritual, Mafhul Muis Tumanurung sendiri menjabat Wakil Presiden. Pucuk tertinggi kepimpinan negara sebagai presiden dipercayakan Andri Cahya.

"Ya nanti kita lihat perkembangannya bagaimana," jelas Adhi menjelaskan keterlibatan belasan pengurus lainnya.

Sebenarnya nama Ahmad Musadeq dan Mafhul Muis Tumanurung sudah tidak asing, Mereka memang disebut pengikutnya sebagai otak dibalik Gafatar. Namun lain dengan nama Andri Cahya, banyak yang baru mendengar. Sehingga sosok Andri terkesan misterius.

"Andri Cahya ini anak kandung Musadeq, dia dipercayakan sebagai presiden," tutur penyidik yang enggan disebut namanya (edo/dra)