Hari ini, Senin (30/5/2016), Shariza dan kedua orang tuanya Siti Nurhasanah dan Cepi Munawar berkesempatan menemui Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di rumah dinasnya setelah sebelumnya mengirimkan pesan ke SMS Center di nomor 08121297775 yang merupakan akses langsung pada sang bupati.
Dalam pertemuannya itu pasangan orang tua itu curhat pada Dedi mengenai kondisi fisik anaknya yang lemah sehingga hingga kini urung dilakukan operasi. Saat ini Shariza hanya bisa menjalani tindakan medis berupa kemoterapi yang dilakukan setiap minggu dengan biaya Rp 5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata dokter yang menanganinya hanya bisa kemoterapi. Karena untuk operasi katanya sangat beresiko tinggi," tutur Siti.
Selain menceritakan kondisi sang anak, Siti meminta bantuan untuk pengobatan anaknya. Namun karena penanganan Shariza telah dicover oleh BPJS maka Dedi pun memberikan bantuan operasional bagi kedua orang tuanya selama mengurusi sang anak.
Melihat kondisi Shariza yang bersemangat untuk terus mengenyam pendidikan, Dedi berinisiatif untuk membuat program homeschooling bagi anak-anak yang sakit terutama seperti Shariza.
"Nanti anak-anak yang sakit itu bisa terus bersekolah. Baik itu nanti guru ke rumah atau guru ke rumah sakit. Yang penting anak itu mendapat bekal pendidikan secara layak. Apalagi kalau anaknya semangat seperti ini (Shariza)," jelas Dedi.
Dedi berharap ke depan program tersebut bisa berjalan efektif dan anak-anak yang sakit terjamin secara kesehatan dan juga pendidikan. (trw/trw)











































