Ketua Pelaksana Acara, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, ide pelaksanaan simposium ini dilatarbelakangi kegelisahan atas ancaman keutuhan NKRI dan Pancasila.
"Ini berangkat dari keprihatinan atas memudarnya Pancasila sebagai ideologi negara. Serta memicu kebangkitan paham komunisme yang justru marak," ujar Kiki saat Konferensi Pers Simposium dan Apel Akbar di Dewan Dakwah Indonesia, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/05/2016).
Kiki melihat tanda kebangkitan PKI dari maraknya atribut dengan lambang PKI di berbagai daerah, banyaknya buku yang mengajarkan paham komunisme. Selain itu, Kiki juga menganggap, Simposium '65 yang digelar beberapa waktu lalu lebih condong untuk membela PKI.
Simposium yang akan digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan ini akan mengusung tema "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain". Acara ini dipelopori Gerakan Bela Negara, berbagai ormas berlandaskan Pancasila, ormas Islam dan berbagai organisasi purnawirawan TNI-Polri.
"Dalam Simposium ini akan dibahas melalui empat aspek, yaitu kesejarahan PKI, ideologi, agama dan konstitusi," ujar Kiki.
Simposium nasional juga memiliki lima tujuan. Pertama, mempersatukan seluruh komponen bangsa untuk menghadapi hegemoni global yang anti Pancasila. Tujuan kedua, mencegah berbagai upaya membangkitkan PKI kembali.
Ketiga, membangun kesadaran bangsa, bahwa PKI telah melakukan pemberontakan berkali-kali. Keempat, menegaskan bahwa ideologi yang bertentangan dengan Pancasila tidak dapat hidup di NKRI dalam bentuk apapun. Kelima, akan membuat satu rekomendasi menyeluruh dan adil bagi pemerintah.
"Hasil simposium ini akan menghasilkan satu rekomendasi, yang nantinya akan dibahas dengan rekomendasi yang telah dihasilkan pada Simposium Aryaduta," ujar Kiki. (dra/dra)











































