Agar Aman, Kantor Garuda Dipasangi Kondom

Agar Aman, Kantor Garuda Dipasangi Kondom

- detikNews
Senin, 21 Mar 2005 12:26 WIB
Jakarta - Hingga kini, aksi para aktivis HAM di depan kantor Garuda Indonsia masih berlanjut. Dengan menumpang 17 bajaj, ratusan aktivis HAM dan aktivis mahasiswa bersemangat berunjuk rasa di depan kantor pusat Garuda Indonesia di Jl Medan Merdeka Selatan, Jaksel, Senin (21/3/2005). Mereka menuntut agar sejumlah pejabat dan direksi Garuda yang diduga terlibat kasus Munir untuk diperiksa.Para pendemo datang ke kantor Garuda pukul 11.30 WIB. Selain menumpang bajaj, mereka juga menumpang 4 Metro Mini dan puluhan sepeda motor dan mobil pribadi.Sebelum berdemo, pendemo berkumpul di Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu dilanjutkan konvoi dari Tugu Proklamasi menuju Jl Diponegoro, Bundaran HI, Jl MH Thamrin, lalu Jl Medan Merdeka Selatan. Aksi ini juga diikuti oleh aktivis mahasiwa dari PRD, Lingkar Pemuda Rakyat Miskin dabn PMKRI.Para pendemo mengenakan mengenakan pakaian hitam-hitam bergambar wajah Munir. Mereka juga membawa ratusan balon warna merah dan putihyang bertuliskan "Tuntaskan segera kasus pembunuhan Munir". Balon itu dilengkapi gambar wajah Munir. Mereka juga membawa spanduk dan poster yang intinya mengecam keterlibatan Garuda dalam meninggalnya Munir. Spanduk dan poster itu antara lain bertuliskan "Garuda dibayar berapa kau bunuh Munir" dan "Garuda singkirkan kutu-kutu di sayapmu". Juga ada poster bertuliskan "Naik Garuda Antarkan Nyawa". Ulang TahunKepala Operasional Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Edwin Partogi yang turut aksi menyatakan, aksi kali ini untuk memperingati ulang tahun Kontras ketujuh yang jatuh hari ini. "Kami memperingatinya dengan melakukan unjuk rasa ke Garuda. Memang pengusutan kasus Munir telah menemukan satu tersangka pertama, tapi bagi kami, ini belum cukup," katanya."Sejumlah pejabat direksi Garuda yang diindikasikan terlibat, harus diperiksa secara intensif. Rekonstruksi kasus pembunuhan Munir yang semula dihambat, harus kembali diagendakan. Kami juga menuntut pimpinan Garuda yang baru untuk kooperatif untuk upaya kasus pengusutan Munir selanjutnya," harapnya.Saat ini aksi masih berlangsung. Begitu pendemo datang, pintu gerbang Garuda langsung ditutup. Puluhan aparat polisi menjaga aksi itu. Sementara, lalu lintas agak tersendat. Dalam aksinya, pendemo mengikatkan balon terbuat dari kondom. Menurut pendemo, hal itu menyimbolkan seruan Garuda harus memberikan rasa aman dalam tugas kerjanya.Sebelum pendemo datang, Menteri BUMN Sugiharto melantik direksi baru Garuda Indonesia. Ermansyah Satar menggantikan Indra Setiawan sebagai Dirut. Nama Indra disebut-sebut terlibat dalam kasus kematian Munir. Antara lain dia meneken surat tugas Pollycarpus -- tersangka kasus Munir -- sebagai aviation security. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads