"Kami membicarakan hasil kerja sama pada tiga tahun terakhir setelah kunjungan Presiden kami pada Maret tahun 2013. Tadi kami membahas hasil dari kerja sama tiga tahun terakhir, dengan total nilai perdagangan mencapai USD 235 juta. Kami percaya nilai perdagangan ini akan meningkat," ujar Semashko usai bertemu Wapres JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2016).
Dalam pertemuan, JK menurut Semashko mengatakan komitmen pemerintah meningkatkan perjanjian kerja sama utamanya di sektor perdangangan. Dia yakin ke depan kerja sama bilateral dengan Indonesia akan semakin baik.
Menurut Semashko, Belarus dan Indonesia sama-sama memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Komoditas yang dimiliki kedua negara disebut saling melengkapi. Indonesia mengimpor karet, minyak kelapa sawit termasuk tembakau ke negara di Eropa Timur tersebut.
"Indonesia merupakan negara strategis di ASEAN yang terbuka terhadap perusahaan-perusahaan kami menjalankan bisnisnya di pasar ASEAN. Sementara Belarus menjadi negara strategis di Eropa yang menyediakan sejumlah komoditas di pasar Eropa," sambung Semashko. (fdn/aan)











































