Disebut Terlibat Dagang Perkara, Staf MA Kosidah Tak Masuk Kerja

Disebut Terlibat Dagang Perkara, Staf MA Kosidah Tak Masuk Kerja

Andi Saputra - detikNews
Senin, 30 Mei 2016 11:44 WIB
Disebut Terlibat Dagang Perkara, Staf MA Kosidah Tak Masuk Kerja
Andri Tristianto Sutrisna (hasan/detikcom)
Jakarta - Kasubdit Perdata MA Andri Tristianto mendagangkan perkara yang ada di Mahkamah Agung (MA). Ia menyebut bisa mengkondisikan putusan yang diminta, asalkan ada sejumlah uang. Sebagai mata-matanya, Andri meminta bantuan staf kepaniteraan MA, Kosidah.

"Kosidah izin tidak masuk kerja beberapa hari ini," kata Kepala Badan Pengawas MA Sunarto saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/5/2016).

Dalam percakapan BBM antara Kosidah dengan Andri, mereka berkongsi jahat untuk mendagangkan perkara yang sidang ditangani majelis hakim. Dalam percakapan BBM yang dibuka di Pengadilan Tipikor Jakarta dua pekan lalu, sedikitnya ada lima perkara yang diurus mereka. Dalam sidang itu, Kosidah mengaku lupa soal percakapan BBM itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah membentuk tim untuk menyelidik percakapan BBM itu," ujar Sunarto yang juga hakim agung bidang perdata itu.

Selain itu, MA juga telah membentuk tim untuk mengusut nama-nama yang tersangkut kasus Panitera PN Jakpus Edy Nasution. Edy ditangkap KPK karena menerima suap dari pengusaha Dody.

"Tim sudah bekerja, kita tunggu saja," ucap Sunarto.

Sebelumnya, Ketua MA Hatta Ali juga menyatakan percakapan Andri-Kosidah hanyalah spekulasi semata. Kalaupun ada uang dari kasus-kasus yang disebut tidak mungkin akan sampai ke meja hakim agung.

"Seorang staf tidak mungkin dapat mencampuri penunjukan majelis hakim. Penunjukan majelis hakim di MA dilakukan oleh ketua kamar secara pribadi, tanpa ada delegasi. Bahkan mekanisme penunjukannya pun dilakukan dengan tulis tangan per perkara di daftar perkara yang disampaikan oleh Panitera Muda," kata Ketua MA Hatta Ali memastikan permainan anak buahnya tidak merembet sampai hakim agung. (asp/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads