Pembahasan pertama ialah mengenai tindak lanjut atas wacana pengadaan sekretariat bersama. Forum pertemuan kali ini akan membahas lebih lanjut mandat yang sudah diputuskan pada tahun lalu.
"Untuk memperkuat koordinasi, meeting tahun lalu juga sudah memberi mandat tentang perlu tidaknya sekretariat permanen AACC. Forum kali ini juga dipersiapkan lebih lanjut pembahasannya," ujar Arief di Hotel Shangri-la, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan kali ini juga dimaksudkan untuk membahas bagaimana metode perubahan Statuta AACC apabila perlu untuk dilakukan," ujar Arief yang juga Presiden AACC.
Untuk menyambut Kongres AACC ke-3 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali pada Agustus nanti, Arief juga berharap ada beberapa agenda yang akan disepakati. Di samping itu, diharapkan usulan-usulan program terkait kerja sama atau persoalan dari negara anggota untuk penyempurnaan dan penguatan AACC.
Sebelum menutup sambutannya, Arief juga sempat menyampaikan usulan kepada para Sekjen untuk membahas perluasan kerja sama. Arief yang telah melakukan kunjungan ke Al Jazair mendapatkan tawaran bekerja sama untuk memperluas hubungan AACC dengan Asosiasi MK Afrika.
Pada pertemuan ini, hadir sebanyak 13 negara termasuk Indonesia untuk membahas bersama. Negara tersebut di antaranya Afganistan, Qzerbaijan, Filipinq, Indonesia, Korea Selatan, Kyrgiztan, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Rusia, Thailand, Turki dan Uzbekistan. (asp/asp)










































