Pekerja Harian Lepas Mengadu Tersedu-sedu, Ahok Tak Mau Tertipu

Pekerja Harian Lepas Mengadu Tersedu-sedu, Ahok Tak Mau Tertipu

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 30 Mei 2016 10:28 WIB
Pekerja Harian Lepas Mengadu Tersedu-sedu, Ahok Tak Mau Tertipu
Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Pagi ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kedatangan seorang perempuan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang mengadukan nasibnya. Perempuan berbaju hijau itu menangis tersedu. Tapi Ahok tetap tak terpengaruh.

Perempuan PHL itu datang di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/5/2016) menunggu hingga Ahok tiba. Setelah Ahok tiba, perempuan itu mulai mengadu bahwa dia adalah PHL yang kena pecat karena dinilai sudah berbohong mengaku sebagai PNS yang sedang mengawasi kerja para PHL lainnya.

"Saya ikut membenahi semua BKT (Kanal Banjir Timur), Pak. Hasil saya semua ada," kata perempuan PHL ini memegang map berisikan foto-foto hasil kerjanya.

Berhadap-hadapan, Ahok menyatakan tak peduli berapa banyak hasil kerja perempuan PHL usia sekitar 40 tahun itu. Yang lebih penting, kerja yang dilakukan PHL haruslah dilakukan dengan jujur.

"Ibu kalau kerja enggak boleh bohongi saya. Kemarin kan bohongin. Saya lihat langsung kok, bolak-balik naik motor kok. Orang (PHL) kerja kan enggak pakai naik motor bolak-balik," tutur Ahok kepada perempuan PHL.

Jadi, bagi Ahok, kerja pengawasan terhadap para PHL seharusnya dilakukan oleh PNS. PNS tak boleh malas, kerja pengawasan tak semestinya harus dilakukan PHL. Kenyataan di lapangan, banyak PHL yang mengaku sebagai PNS dan mengawasi para PHL lainnya.

Perempuan PHL itu menyatakan dirinya tak mondar-mandir tanpa arti mengendarai sepeda motor. Waktu kepergok mondar-mandir mengendarai sepeda motor, dia mengaku sedang mengambil motor, bukan sedang mengawasi PHL lainnya. Namun Ahok tak percaya dengan pengakuan perempuan PHL ini.

"Mana? Terus saya tanya PNS bukan? Bohongin, PNS, waktu pertama. Iya kan? Saya enggak mau begitu," tanggap Ahok.

Ahok lantas berlalu. Si perempuan PHL menyatakan dirinya disangka telah berbohong mengaku sebagai PNS, padahal sebenarnya dirinya tak pernah bilang begitu.

"Bapak (Ahok) dengar saya mengaku PNS. Saya bilang, saya PHL. Bapak (Ahok) bilang saya mandor, saya bukan mandor. Saya mengkoordinasikan pekerjaan PHL yang saya bawa. Tapi saya ikut turun tangan mengerjakan semuanya," tutur perempuan PHL itu kepada wartawan.

Seorang staf Ahok menyarankan agar perempuan PHL ini duduk saja dulu. Bila ada kesempatan, nanti staf Ahok yang lain akan mendengarkan keluhan yang dibawanya. (dnu/aan)


Berita Terkait