Kabar yang tengah beredar, PAN akan masuk dalam Kabinet Kerja dan menggeser sejumlah tokoh dari kursi menteri. Isu terbaru, PAN akan mendapat posisi Menteri Perdagangan yang kini diisi oleh Thomas Lembong dan kursi Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
"Agak sulit karena belum ada fakta dasarnya. Sampai belum ada pernyataan resmi, saya belum bisa menjawab," ungkap Sekjen PAN Eddy Soeparno di JIExpo, Kemayoran, Jakpus, Minggu (29/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sifatnya pengandaian. Tapi kita sudah menyatakan bergabung tanpa syarat. Agar pemerintahan solid," kata Eddy.
Soal reshuffle ini sebenarnya sudah ramai diperbincangkan di media sosial. Kabarnya reshuffle akan dilakukan Jokowi usai Idul Fitri nanti. Lantas apakah sudah ada komunikasi dari pihak Istana kepada PAN terkait pemberian jatah menteri ini?
"Komunikasi dengan presiden, berlangsung dengan ketua umum kita. Dan komunikasi yang dilakukan empat mata. Saya belum mengetahui," jawab Eddy.
Soal pembahasan antara Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo tampaknya masih disimpan rapat-rapat. Eddy mengaku perihal jatah menteri belum masuk di lingkungan DPP.
"Saya belum diberitahu oleh ketum, belum sampai ke sini (DPP). Yang jelas sejak september 2015, kita tergabung di pemerintahan. Dengan itu, kita sudah mengajukan beberapa pandangan ke pemerintah, misalnya soal tax amnesty," tuturnya.
Komitmen PAN untuk berkomitmen mendukung pemerintah ditunjukan dengan berbagai cara lainnya. Seperti dukungan terhadap program-program atau pun kebijakan pemerintahan.
"Eksekutif kita di daerah, sudah diintruksikan untuk akselerasi penyerapan anggaran. Dan mereka adalah ujung tombak. Karena itu kita minta mempercepat," tutup Eddy.
(elz/jor)











































