Pria yang karib disapa Emil itu mengimbau kepada warga muslim Kota Bandung yang mampu agar menunaikan kewajiban membayar zakat.
"Kalo urusan zakat sudah ada sejak lama. Ini solusi moderen untuk menuntaskan kemiskinan. Hanya cara-caranya kurang kreatif. Sehingga hari ini meluncurkan Ayo Bayar Zakat dan aplikasinya," kata Emil di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (29/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ibu-ibu, tinggal didownload aplikasinya, nanti ada kalkulator zakatnya. Itulah cara-cara kreatif yang dilakukan di Kota Bandung. Setiap individu harus meyakini bahwa tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah," terang pria berkacamata tersebut.
Selain inovasi zakat dalam bentuk aplikasi. Baik Muzakki (pemberi zakat) maupun Mustahiq (penerima zakat) nantinya akan diberi kartu khusus.
"Supaya keren, setiap pembayar zakat akan saya kasih kartu, supaya bangga menjadi bagian kaum tangan di atas. Yang Mustahiq juga diberi kartu, nanti ada tulisa doa semoga bisa menjadi Muzakki, tidak lagi Mustahiq," terangnya.
Sebagai pembina, Pemkot Bandung dan Kementrian Agama Kota Bandung membawahi pelaksana zakat mulai dari Baznas Kota Bandung, Lembaga Amil Zakat Kota Bandung hingga Forum Zakat Kota Bandung.
"Ada 15 lembaga amil zakat di Bandung yang bersatu untuk mendukung program ayo bayar zakat ini," jelasnya.
Warga Kota Bandung, bisa membayarkan zakatnya melalui Pusat Zakat Umat (PZU), Dompet Peduli Umat Darut Tauhid (DPUDT), Rumah Amal Salman ITB, Sinergi Foundation, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Panti Yatim Indonesia, Baitul Maal Hidayatullah, Yatim Mandiri, Inisiatif Zakat Indonesia, YBM BRI, Lazis Dewan Dakwah Indonesia, Rumah Yatim, Lazis MU (Muhammadiyah) dan Lazis NU (Nahdatul Ulama). (avi/rvk)











































