Acara ini berlangsung di alun alun Jember, Sabtu (28/5/2016). Untuk lansia mendapatkan bantuan berupa sembako. Sedangkan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan berupa alat bantu disabilitas. Kedua kategori penerima bantuan tersebut juga mendapatkan dana santunan.
Saat acara selesai petang hari, seorang pria terlihat kebingungan. Dia adalah Jumadi, warga Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putri Jumadi merupakan salah seorang penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Rencananya, setelah mendapatkan bantuan berupa alat bantu kaki palsu, maka milik putrinya terdahulu dijadikan kaki palsu cadangan.
"Bukan hanya kaki palsu yang hilang, tetapi uang santunan untuk anak saya Rp 200.000 juga hilang," keluhnya.
Saat acara berlangsung, Jumadi memarkir motornya di area parkir dalam Kantor Pemkab Jember. Kepala Satpol PP Jember Muhammad Suryadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan melihat CCTV.
"Kami akan cek Senin (30/5/2016) nanti. Kalau sekarang tidak bisa. Besok juga Pemkab libur," kata Suryadi.
Dia keberatan jika disebutkan bahwa kasus ini terjadi akibat pengamanan Pemkab Jember yang lemah. "Jangan hanya salahkan aparat keamanan. Tetapi kita semua juga harus mawas diri. Kita lihat kronologisnya, itu karena kelalaian pemilik barang," dalihnya.
Menurutnya, seharusnya seluruh barang yang berharga dibawa oleh pemiliknya. Karena barang yang masih berada di motor sangat rawan menjadi sasaran pencurian.
Mensos Khofifah saat membagikan kaki palsu (Foto:Yakub Mulyono/detikcom) |
Sebelumnya, Bupati Jember dr. Faida bersama Mensos RI Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada para lansia dan penyandang disabilitas.
Berdasarkan data, Kabupaten Jember mengajukan sekitar 23.888 lansia miskin untuk menerima bantuan lansia. Penyumbang lansia miskin dan terlantar terbesar yakni Kecamatan Silo dengan jumlah 2.635 orang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember Heru Sunarso menyebutkan, jumlah tersebut akan diajukan kepada Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan sembako dan dana santunan Rp 100.000 per bulan.
"Sedangkan jumlah penyandang disabilitas di Jember 211 orang. Kami mendapatkan bantuan berupa alat bantu disabilitas senilai Rp 1,2 miliar," tutur Heru. (imk/imk)











































Mensos Khofifah saat membagikan kaki palsu (Foto:Yakub Mulyono/detikcom)