Kaki Palsu Anak Ini Hilang Usai Acara Penyerahan Bantuan di Jember

Kaki Palsu Anak Ini Hilang Usai Acara Penyerahan Bantuan di Jember

Yakub - detikNews
Sabtu, 28 Mei 2016 22:40 WIB
Kaki Palsu Anak Ini Hilang Usai Acara Penyerahan Bantuan di Jember
Anak yang kehilangan kaki palsu dan ayahnya (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember - Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kabupaten Jember untuk memberikan bantuan kepada lansia miskin dan penyandang disabilitas. Dalam acara tersebut, Mensos RI secara simbolis menyerahkan bantuan kepada lansia miskin dan penyandang disabilitas bersama Bupati Jember dr. Faida.

Acara ini berlangsung di alun alun Jember, Sabtu (28/5/2016). Untuk lansia mendapatkan bantuan berupa sembako. Sedangkan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan berupa alat bantu disabilitas. Kedua kategori penerima bantuan tersebut juga mendapatkan dana santunan.

Saat acara selesai petang hari, seorang pria terlihat kebingungan. Dia adalah Jumadi, warga Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kaki palsu anak saya hilang. Saya menaruhnya di samping motor yang saya yang parkir di dalam (area parkir Pemkab Jember)," kata Jumadi masih dengan ekspresi kebingungan saat diwawancarai oleh sejumlah media.

Putri Jumadi merupakan salah seorang penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Rencananya, setelah mendapatkan bantuan berupa alat bantu kaki palsu, maka milik putrinya terdahulu dijadikan kaki palsu cadangan.

"Bukan hanya kaki palsu yang hilang, tetapi uang santunan untuk anak saya Rp 200.000 juga hilang," keluhnya.

Saat acara berlangsung, Jumadi memarkir motornya di area parkir dalam Kantor Pemkab Jember. Kepala Satpol PP Jember Muhammad Suryadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan melihat CCTV.

"Kami akan cek Senin (30/5/2016) nanti. Kalau sekarang tidak bisa. Besok juga Pemkab libur," kata Suryadi.

Dia keberatan jika disebutkan bahwa kasus ini terjadi akibat pengamanan Pemkab Jember yang lemah. "Jangan hanya salahkan aparat keamanan. Tetapi kita semua juga harus mawas diri. Kita lihat kronologisnya, itu karena kelalaian pemilik barang," dalihnya.

Menurutnya, seharusnya seluruh barang yang berharga dibawa oleh pemiliknya. Karena barang yang masih berada di motor sangat rawan menjadi sasaran pencurian.

Mensos Khofifah saat membagikan kaki palsu (Foto:Yakub Mulyono/detikcom)


Sebelumnya, Bupati Jember dr. Faida bersama Mensos RI Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada para lansia dan penyandang disabilitas.

Berdasarkan data, Kabupaten Jember mengajukan sekitar 23.888 lansia miskin untuk menerima bantuan lansia. Penyumbang lansia miskin dan terlantar terbesar yakni Kecamatan Silo dengan jumlah 2.635 orang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember Heru Sunarso menyebutkan, jumlah tersebut akan diajukan kepada Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan sembako dan dana santunan Rp 100.000 per bulan.

"Sedangkan jumlah penyandang disabilitas di Jember 211 orang. Kami mendapatkan bantuan berupa alat bantu disabilitas senilai Rp 1,2 miliar," tutur Heru. (imk/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini