15 Kabupaten di NTT Kekeringan dan Gagal Panen
Senin, 21 Mar 2005 11:09 WIB
Kupang -
Sebanyak 15 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kekeringan dan gagal panen. Dari seluruh kabupaten di NTT yang berjumlah 16, hanya satu kabupaten yang tidak dilanda gagal panen, yakni Kabupaten Kupang.Ibukota provinsi NTT itu hanya dilanda kekeringan saja. Sementara untuk wilayah paling parah yang dilanda kekeringan dan gagal panen adalah daerah di utara Pulau Flores, utara Pulau Timor dan utara Pulau Sumba. Sedangkan kabupaten yang paling kritis mengalami kekeringan adalah Kabupaten Ende, sekitar 45 ribu ha tanaman pertanian seperti padai dan jagung gagal dipanen.Demikian keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura NTT Pietrus Muga kepada wartawan di Kupang, Senin (21/3/2005).Lebih jauh dijelaskan Pietrus Muga, berdasarkan informasi dari BMG Kupang, di NTT dalam waktu dekat sudah tidak akan terjadi hujan lagi. "Antisipasi yang dilakukan pemerintahan dalam menanggulangi kekeringan dan gagal panen yakni mengembangkan proyek-proyek padat karya dan menyediakan jenis palawija dan tanaman dengan masa tanam umur pendek," katanya.Sebagai antisipasi, kata Pietrus, tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan pendataan rinci terhadap daerah yang rawan pangan. Khusus Kabupaten Lembata yang diberitakan terjangkit kelaparan, sampai saat ini belum ada laporan resmi dari pemerintah setempat ke Gubernur NTT. Sedangkan untuk daerah lain mengalami puso, malah masih terdapat beberapa daerah surplus. Seperti di wilayah Manggarai, separo wilayah kering dan separo lagi tak mengalami kekeringan.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































