Banyak Tak Tahu, Mbak Tutut Sangkal Disuap Rp 291 M

Banyak Tak Tahu, Mbak Tutut Sangkal Disuap Rp 291 M

- detikNews
Senin, 21 Mar 2005 11:03 WIB
Jakarta - Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut banyak mengaku tak tahu sol pembelian 100 unit tank Scorpion dari Inggris di masa kekuasaan ayahnya. Dia juga menyangkal diberi komisi hingga 16,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 291 miliar."Karena memang kami tidak tahu banyak, jadi kami mohon maaf," kata Tutut ketika membuka penjelasan tentang pembelian Scorpion dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakpus, Senin (21/3/2005).Tutut mengaku, dirinya tidak pernah ditunjuk sebagai konsultan dalam pembelian tank scorpion. "Saya tidak terlibat," tandasnya."Saya tidak tahu kenapa Alvis Vehicles Limited (AVL) menjadi rekanan karena saya tidak pernah mengikuti proses pembelian itu. Saya juga tidak tahu jumlah maupun harga per unit tank Scorpion karena saya memang tidak mengikuti prosesnya. Saya juga tidak bisa menjelaskan adanya perbedaan harga saat tank Scorpion dibeli oleh Thailand dan Singapura, dengan harga yang dibeli kita," urainya.Tutut juga mengaku tidak tahu adanya penandatanganan kontrak pertama tanggal 13 Januari 1995 untuk pengadaan tank Scorpion pada tahun 1995-1996 yang ditandatangani Jenderal Wismoyo Arismunandar dan kontrak kedua tanggal 19 Agustus 1996 yang ditandatangani Jenderal R Hartono dengan alasan dia saya tidak ikut serta dalam proses itu."Mengenai pemberitaan bahwa saya menerima uang pelicin dari AVL sebesar 10% dari nilai pembelian atau 16,5 juta poundsterling, itu tidak benar. Kami tidak pernah terima uang baik dari AVL maupun TNI," tegas putri sulung eks Presiden Soeharto ini.Ketika dugaan suap itu meledak akhir tahun lalu, rekanan Alvis di Indonesia, Rini Soewondho menyatakan bahwa dia tidak tahu menahu soal suap atau pun komisi 10 persen dari harga penjualan sebesar 160 juta poundsterling. Tapi jika Tutut menerima sejumlah uang, menurutnya wajar saja, karena posisi Tutut adalah sebagai konsultan. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini