Dalam daftar barang bukti yang dirilis polisi saat penyerahan tersangka dan bukti tahap dua ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016), ada beberapa bukti terkait persoalan Jessica di Australia. Ada lima item yang masuk dalam daftar.
Pertama, satu buah laporan lengkap tentang Jessica yang dibuat New South Wales Police Head Quater 1 Charles St. Paramatta, NSW. Jumlahnya ada 15 laporan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya kira dapat informasi yang sangat bagus dari Australia. Tapi sengaja belum diekspose, ada beberapa catatan kriminal di antaranya percobaan bunuh diri (Jessica)," ujar Irjen Tito.
Selain itu, ada juga kasus kecelakaan di rumah panti jompo di Sydney, Australia. Pada 22 Agustus 2015, Jessica mengendarai mobil merek Audi berwarna merah, lalu menabrak sebuah rumah panti jompo. Sempat muncul kabar, kecelakaan terjadi karena Jessica di bawah pengaruh alkohol, namun informasi ini dibantah oleh pengacara.
"Tidak mabuk. Mana ada mabuk tidak ditahan di sana? Dan kalau terbukti seharusnya ditahan tapi nyatanya enggak. Kalau terbukti pidana kan seharusnya Green Card dia dicabut, ini tidak," kata Yudi Wibowo, pengacara Jessica.
Dalam daftar bukti polisi, ada item lain yang cukup menarik yakni 7 lembar surat dari kantor NSW Ambulance Australia. Belum jelas apa isi surat tersebut, namun Jessica diketahui pernah bekerja di NSW Ambulance Australia. Di daftar bukti, ada juga surat pemberhentian Jessica dari NSW Australia.
Selain itu, ada bukti yang belum pernah diekspose sebelumnya yaitu printi out percakapan Jessica mengancam Kristie Louise Charter. Belum jelas, siapa Charter dan apa ancaman yang dimaksud. Polisi juga memiliki bukti transkrip email dari Kristie Louise Charter kepada monica.semrad@afp.gov.au tentang email Jessica.
Polisi belum memberikan keterangan resmi apa kaitan bukti-bukti ini dengan dugaan pembunuhan Mirna di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Yang jelas, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti pernah mengatakan, bukti-bukti itu sangat signifikan.
"Hasilnya luar biasa, sampai tanggal 19 (Maret) akan ditambahkan kepada berkas yang diperbaiki. Selanjutnya, kami kembalikan untuk pengembalian berkas ke kejaksaan. Kita sudah tiap hari mendapatkan update, progress-nya luar biasa," ujar Krishna.
Sementara, tim kuasa hukum Jessica masih terus mempertanyakan hubungan aktivitas Jessica dengan kasus Mirna. "Hubungannya apa? Sampai pada pemeriksaan ditanya soal pacar Jessica dan pekerjaannya apa," ujar Yudi Wibowo. (mad/nrl)











































