Jelang Kongres PAN
Hatta Rajasa Kuda Hitam
Senin, 21 Mar 2005 09:41 WIB
Jakarta - Dua puluh hari menjelang kongres PAN (Partai Amanat Nasional), Hatta Rajasa baru memberanikan diri menyatakan maju sebagai calon ketua umum PAN. Peluang Hatta masih belum jelas. Namun, dia diprediksi akan menjadi kuda hitam. Hatta Rajasa, Sekjen PAN yang juga menjabat sebagai menteri perhubungan, menyatakan kesiapannya memimpin partai politik bergambar Matahari ini pada Minggu (20/3/2005) dalam jumpa pers di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta. Jauh sebelumnya, Hatta pernah menyampaikan kemungkinan besar tidak akan maju sebagai calon ketua umum PAN, karena posisinya menjadi menteri di kabinet Indonesia Bersatu. Bagi PAN, rangkap jabatan menteri dengan ketua umum PAN agak tabu. Karena independensi partai akan terusik oleh kepentingan pemerintah. Namun, dalam perkembangannya, Hatta mulai goyah. Beberapa hari lalu, Hatta menyatakan masih pikir-pikir, apalagi Presiden SBY tidak melarang menterinya menjadi ketua umum parpol. Dan hari ini, Hatta memutuskan dirinya akan bersaing dengan para kandidat lain. Dalam konferensi persnya, Hatta mengaku, karena dorongan teman-teman dan juga suara-suara daerahlah, dirinya akan maju sebagai calon ketua umum. Saat ini, sejumlah daerah mendukung dirinya untuk maju sebagai orang nomor satu di PAN. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah pastinya. Tapi, apakah karena hal itu, Hatta kemudian memutuskan untuk maju? Memang tidak hanya alasan itu. Isu yang beredar, Hatta maju sebagai calon ketua umum, setelah dirinya melihat perkembangan terakhir di PAN, terkait kampanye para kandidat. Kabarnya, Hatta maju setelah kandidat lain, Sutrisno Bachir, ternyata tidak tampak mendapat sambutan yang menggembirakan di tingkat DPW (dewan pimpinan wilayah) maupun DPD (dewan pimpinan daerah). Padahal, beberapa hari terakhir ini, di antara kandidat lain, Sutrisno Bachir diyakini menjadi calon terkuat, meski ada penolakan dari sebagian internal PAN. Sutrisno sendiri secara implisit telah didukung penuh Amien. Apalagi, anak Amien, Hanafi, ikut menjadi tim sukses Sutrisno Bachir dengan lembaganya 'La Tahzan'. Kabarnya, Amien mendukung Sutrisno, karena tidak ada calon lain yang bisa mengalahkan Fuad Bawazier, yang bergelimang dana itu. Karena itulah, Sutrisno didukungnya. Apalagi Sutrisno dinilai, selain cukup memiliki dana yang cukup kuat, moral Sutrisno dianggap lebih baik dibanding Fuad. Bila Fuad menang, maka akan jatuhlah PAN. Mendapat dukungan ini, Sutrisno pun rajin mendatangi daerah-daerah. Semua provinsi dikunjunginya. Bahkan, DPW dan hampir semua DPD PAN Jateng dan DIY sudah akan mendukung sang pengusaha ini. Sampai sekarang, Sutrisno Bachir juga masih serius untuk maju sebagai calon ketua umum PAN ini. Namun, belakangan, sejumlah DPD PAN tampak ragu mengusung Sutrisno. Apalagi, Sutrisno diaggap kurang memiliki bobot kepemimpinan. Sutrisno dianggap kurang berani adu visi dengan calon lain. Saat para kader Muhammadiyah mengundangnya untuk berdiskusi dengan sejumlah calon ketua umum PAN di kantor PP Muhammadiyah beberapa hari lalu, Sutrisno malah tidak hadir. Padahal, dia disebut-sebut sebagai calon ketua umum PAN yang berasal dari Muhammadiyah. Nah, melihat melemahnya dukungan terhadap Sutrisno, Hatta mulai tergerak maju. Kabarnya, Hatta juga sudah mendapat izin dari Amien Rais, setelah melihat perkembangan politik terakhir. Keduanya diduga akan menjadi ganjalan bagi Fuad Bawazier yang bisa saja memiliki dukungan yang kuat. Keduanya bisa saja akan melakukan koalisi saat-saat terakhir pemilihan. Siapa di antara keduanya yang mendapat suara terbanyak, itulah yang akan didukung. Meski persiapannya tinggal 20 hari lagi, namun Hatta diperkirakan tidak terlalu sulit untuk 'merayu' DPW maupun DPD. Bisa jadi, DPW dan DPD yang semula mendukung Sutrisno akan berpindah ke Hatta. Dari internal PAN, Hatta cukup diterima, karena dia menjadi pengurus DPP PAN sejak partai ini berdiri. Di kalangan Muhammadiyah yang diduga sebagai basis utama PAN, Hatta juga cukup diterima. "Dia punya NBM (nomor baku Muhammadiyah) kok," kata salah seorang sumber. Dengan majunya Hatta, maka dalam kongres II PAN yang akan berlangsung di Semarang 7-9 April nanti, maka persaingan kandidat makin kuat. Hatta akan bersaing dengan Sutrisno Bachir, Fuad Bawazier, Didik J Rachbini, Moeslim Abdurrahman, dan Samuel Kotto. Deklarasi pencalonan Hatta Rajasa akan menjadi kandidat ketua umum PAN akan digelar Senin (21/3/2005) pukul 12.00 WIB di Hotel Sahid, Jakarta. Akankah bila menjadi ketua umum, Hatta akan tetap merangkap sebagai menteri perhubungan? Ataukah dia akan mundur dari jabatan menteri? Hatta berjanji akan menjawab hal itu dalam deklarasi nanti.
(asy/)











































