"Segala potensi konflik yang tinggi di Asia, seperti Laut Tiongkok Selatan dan Semenanjung Korea, harus dapat dikelola dengan baik," tegas Jokowi di Shima Kanko Hotel, Ise-Shima, Perfektur Mie, Jepang, Jumat (27/5/2016).
Jokowi juga menegaskan penyelesaian secara damai harus selalu dikedepankan. Pasalnya, penyelesaian secara militer malah akan memperpanjang konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menyampaikan pidatonya selama 5 menit. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berbicara mengenai kesejahteraan di kawasan Asia. Dikatakan Jokowi, potensi Asia untuk berkembang masih sangat besar.
"Berdasarkan proyeksi Asian Century 2050, Asia akan menghasilkan PDB USD 174 triliun atau 52% PDB dunia. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia yakin dapat mengambil bagian dari Asian Century. Saat ini lebih dari 50% penduduk Indonesia berusia di bawah 29 tahun. Indonesia juga dikaruniai kekayaan dan sumber energi yang cukup," kata Jokowi.
Dalam acara ini, hadir pemimpin anggota G7, yakni PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Inggris David Cameron, PM Italia Matteo Renzi, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Perancis Françoise Hollande.
Sementara itu, negara yang menjadi undangan dalam agenda ini yakni, Indonesia, Vietnam, Sri Lanka, Papua New Guinea, Laos, Chad. Hadir juga Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden World Bank Jim Yong Kim. (jor/hri)











































