Warga Mengeluh Jl MT Haryono-Gatot Subroto Makin Macet Tiap Harinya

Warga Mengeluh Jl MT Haryono-Gatot Subroto Makin Macet Tiap Harinya

Fajar Pratama - detikNews
Jumat, 27 Mei 2016 09:49 WIB
Warga Mengeluh Jl MT Haryono-Gatot Subroto Makin Macet Tiap Harinya
Kemacetan di Jl Gatot Subroto jelang perempatan Kuningan/Foto: Fajar Pratama
Jakarta - Sudah sejak beberapa pekan terakhir volume kendaraan di area 'Segitiga Emas' Jakarta bertambah. Hal ini juga berimbas ke jalanan menjelang area jantung kota Jakarta tersebut.

Dari sisi timur, warga merasakan kemacetan yang makin parah di Jl MT Haryono dan Gatot Subroto. Durasi perjalanan mereka jadi bertambah.

Kepadatan di perempatan Kuningan
"Sudah lebih dari sebulan terakhir, makin macet jalanan MT Haryono ini," kata Bernard, warga Jatibening, Bekasi, Jumat (27/5/2016) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bernard setiap harinya pergi ke kantor menggunakan mobil ke kantornya yang ada di Pancoran Barat. Biasanya maksimal dia menempuh perjalanan dari rumah ke kantor selama 1,5 jam.

"Sekarang dua jam lebih," kata Bernard.

Menurut Bernard, tingkat kemacetan meningkat setelah dilakukannya uji coba penghapusan 3 in 1. Untuk diketahui, sekarang penghapusan sistem 3 in 1 itu sudah berstatus permanen.

"Waktu abis mengantre di exit tol Halim. Dari dulu di sana makin macet, tapi sekarang antreannya makin panjang," kata Bernard.

Macet parah di exit Tol Halim
Senada dengan Bernard, Tomi warga Bekasi lainnya juga merasakan hal yang sama. Awalnya, Tomi yang bekerja di kawasan Sudirman ini mengambil keuntungan dari dihapusnya 3 in 1, namun lama-lama dia merasa terkena imbas.

"Dulu saya selalu naik APTB atau Mayasari buat ke kantor. Sekarang kalau pagi langit sudah mendung atau hujan, langsung nyalain mobil," kata Tomi.

Tomi kini leluasa mengeluarkan mobil dari garasi mobilnya untuk berangkat kerja karena tak ada lagi aturan yang menghalanginya masuk 'Segitiga Emas' dalam posisi sendirian di dalam mobil.

"Tapi lama-lama kok kerasa makin macet. Pas balik naik bus lagi juga makin macet rasanya. Pasti banyak juga nih yang selama ini menyimpan mobilnya di rumah lalu pakai mobil pas nggak ada 3 in 1," kata Tomi.

Kemacetan di Tol Dalam Kota

Tak hanya di jalan arteri, kemacetan juga terjadi di tol dalam kota. Antrean panjang biasa terjadi di exit tol yang ada di kawasan strategis.

"Sekarang harus pagi ke kantor, tol dalam kota macetnya makin menjadi-jadi," kata Intan, pekerja di kawasan Gatot Subroto yang biasa mengakses tol dalam kota.

Kemacetan di tol dalam kota
Dishub DKI sebelumnya mengakui penghapusan 3 in 1 meningkatkan kemacetan di ruas jalan utama. Namun Dishub menyebut kepadatan di jalan-jalan penyangga atau kolektor jadi berkurang.

Baca Juga: Evaluasi Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Kemacetan Meningkat 24,3 Persen

Sedangkan Polda Metro Jaya sempat menyatakan sistem 3 in 1 tetap relevan untuk mengurangi kemacetan. Bahkan rapat Polda Metro dengan Dishub DKI sempat memunculkan gagasan sistem dengan batasan yang lebih ketat: 4 in 1.

Baca Juga: Jika 3 In 1 Dihapus, Muncul Wacana Pemberlakuan 4 in 1


(faj/nrl)


Berita Terkait