Voting Terbuka, Pantau Pilihan Wakil Anda di DPR Soal BBM

Voting Terbuka, Pantau Pilihan Wakil Anda di DPR Soal BBM

- detikNews
Senin, 21 Mar 2005 08:33 WIB
Jakarta - Penasaran dengan sikap wakil Anda di DPR soal kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM? Kebetulan mekanismenya voting terbuka. Jadi pantau saja.Rapat Paripurna DPR akan digelar pukul 14.00 WIB, Senin (21/3/2005). DPR akan mengambil sikap final mengenai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.Ada 5 opsi yang akan mengemuka. Pertama, DPR menyerahkan pembahasan kenaikan harga BBM pada alat-alat kelengkapan DPR yaitu Komisi VII, XI, dan Panitian Anggaran. Kedua, DPR menolak kenaikan harga BBM. Ketiga, DPR memahami kenaikan harga BBM.Keempat, DPR menolak Peraturan Presiden 22/2005 tentang Pencabutan Subsidi BBM dan memberi kesempatan kepada pemerintah untuk membahas ulang melalui alat-alat kelengkapan DPR. Kelima, DPR berpendapat agar pemerintah meninjau ulang kenaikan harga BBM melalui pembahasan APBN Perubahan 2005.Menariknya, mekanisme pengambilan keputusan akan dilakukan melalui voting secara terbuka dalam satu putaran. Pemungutan suara dilakukan berdasarkan fraksi, dimulai dari fraksi terbesar. Suara terbanyak dari kelima opsi tersebut langsung menjadi sikap DPR.Mekanisme tersebut bisa menjadi ujian terhadap wakil yang Anda pilih untuk duduk di kursi dewan terhormat itu, apakah mereka benar-benar menyuarakan aspirasi Anda.Agung Tetap Pimpin RapatBukan itu saja. Insiden tawuran DPR pada 16 Maret 2005 lalu juga bisa jadi daya tarik untuk menyimak rapat paripurna siang nanti. Meski tentunya tidak berharap kejadian memalukan itu terulang lagi.Opsi memang menjadi pemicu tawuran itu terjadi. Saat itu FPDIP menekan pimpinan rapat yakni Ketua DPR Agung Laksono agar opsi dikembalikan seperti semula, yakni menolak atau menerima kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.Namun pimpinan bersikukuh terhadap opsi perlu atau tidaknya DPR memberikan sikap mengenai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Sidang berjalan panas ketika Agung langsung mengetok palu atas opsi perlu atau tidak DPR bersikap. Tawuran pun terjadiAgung yang asal FPG itu dituding tidak arif dan bijaksana memimpin sidang, tidak netral dan diduga berupaya menggiring rapat untuk menyetujui kehendak fraksi tertentu. FPDIP bahkan secara resmi meminta agar Agung diganti.Meski banyak pihak yang mengecamnya, Agung kebal. Dia pun mengaku tidak ada masalah jika bergantian dalam memimpin sidang. Namun dia menegaskan akan tetap memimpin paripurna siang nanti.Apa kira-kira yang akan terjadi dalam paripurna siang nanti, dan apa kira-kira opsi yang dipilih wakil Anda di DPR? Apalagi opsinya telah berkembang menjadi lima dan pimpinannya masih Agung. Kepastiannya akan terkuak mulai siang nanti. Jadi pantau saja. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads