"Kita belum tahu itu apakah video rekayasa atau seperti apa kita masih selidiki lebih lanjut," ujar Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Balai Diklat Kemendagri, Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).
Video yang beredar di media sosial tersebut menunjukkan anak-anak yang tengah berlatih menembak. Mereka juga direkam sedang membakar paspor berwarna hijau yang diduga ada paspor Indonesia.
Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Badroddin Haiti menduga anak-anak tersebut merupakan gabungan dari anak-anak yang berasal dari Asia Tenggara. "Kita tidak bisa menjelaskan bahwa itu anak Indonesia 100 persen," kata Badrodin Haiti.
"Bisa saja gabungan Anak-anak dari Asia Tenggara. Biasanya yang serumpun mudah komunikasi itu dijadikan satu di sana," sambungnya.
![]() |
(tfq/trw)












































