DPD Gerindra DKI dan DPD PDIP DKI hari ini bertemu untuk membahas penjajakan koalisi. Rupanya, koalisi dua partai ini sudah 36 kali menang pilkada.
"Dalam pengalaman pilkada 2015, menang di 36 dapil. PDIP (total) berkoalisi dengan 11 parpol, dan kita sangat dinamis menurut lapangan. Beda strategi kan wajar. Jadi ya terbuka lebar untuk itu (koalisi dengan Gerindra -red)," kata Plt Ketua DPD PDIP DKI, Bambang DH, di kantor DPD PDIP DKI di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).
Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik menambahkan, jika jadi mengusung cagub bersama di Pilgub DKI, maka dia yakin rekor kemenangan akan bertambah jadi 37. Taufik mengatakan PDIP dan Gerindra punya visi yang sama di DKI.
Lalu siapa yang akan diusung kedua partai?
Belum ada nama yang disepakati dalam pertemuan pertama ini. Waketum Gerindra Arief Poyuono mengatakan ingin menduetkan eks Pangdam Jaya Sjarief Sjamsoeddin dengan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat. Apa kata kedua partai ini soal duet itu?
"Belum ada perkembangan, kita akan melaporkan berbagai hasil pada DPP. Nanti akan intens, akhirnya keputusan ada di pucuk pimpinan," jawab Taufik.
"Bukan porsi saya. Nanti pucuk pimpinan yang menjawab," ujar Bambang menjawab pertanyaan yang sama.
Oleh karena belum ada nama yang disepakati, Gerindra dan PDIP sepakat akan mengintensifkan pertemuan. Kedua partai yakin bisa menumbangkan incumbent.
"Incumbent jangan merasa kalau independen punya peluang menang, lalu menang, belum tentu. Awal kita di DKI, kita melawan incumbent yang elektabilitasnya tinggi. Nanti kita laporkan siapa yang diusung. Gerindra punya pengalaman mengolah dari nol sampai menang," ujar Bambang. (tor/tor)











































