Pemerintah Godok Teknis Kebiri untuk Penjahat Seksual Anak

Bisma Alief - detikNews
Kamis, 26 Mei 2016 17:30 WIB
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Perppu Perlindungan Anak atau Perppu Kebiri bagi para pemerkosa anak. Pemerintah masih menggodok teknis pelaksanaan kebiri bagi predator seks.

"Saya tidak tahu apakah nanti akan dioperasi atau seperti apa saya belum tahu juga. Kan kemarin juga menunggu detailnya seperti apa, makanya perlu ada koordinasi tersendiri," ujar Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Balai Diklat Kemendagri, Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

"Perlu ada rapat tersendiri untuk memutuskan bagaimana langkah-langkah teknisnya untuk menerjemahkan keputusan yang telah dibuat oleh Presiden," tambahnya.

Berdasarkan Perppu Perlindungan Anak, maka pemerkosa anak bisa dikebiri secara kimia dan disertai rehabilitasi.

Menyoal adanya reaksi penolakan terhadap hukuman kebiri, Luhut mengatakan hal itu adalah hal biasa.

Luhut menekankan kekerasan seks terhadap anak-anak sebagai tindakan yang tidak manusiawi. Aturan turunan Perppu itu akan segera disusun.

"Saya kira kalau sudah Presiden tanda tangan pasti sesegera mungkin," kata Luhut.

Luhut menyatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang saat ini tengah digodok DPR dengan Perppu kebiri akan disinkronkan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak peraturan perundang-undangan yang satu sama lain yang saling tumpang tindih sehingga merugikan pemerintah.

"Sekarang Presiden sudah minta semua dievaluasi sehingga dengan demikian tidak ada tumpang tindih seperti yang lalu lagi atau walaupun ada bisa mengurangilah," harapnya. (tfq/nrl)