Cerita Tukang Tahu Bulat, 500-an: dari Sukabumi Menembus Depok dan Jakarta

Ahmad Ziaul Fitrahudin, - detikNews
Kamis, 26 Mei 2016 16:21 WIB
Foto: ahmad ziaul Fitrahudin/detikcom
Depok - Ipul (24) sudah beberapa bulan ini 'berkeliaran' dengan mobil bersama sohibnya, Kiki di seputaran Depok, Jawa Barat dan Pasar Minggu, Jaksel. Ipul dan Kiki menjajakan tahu bulat yang dikenal warga dengan rekaman, digoreng dadakan 500-an.

"Dulunya di Sukabumi, karena banyak akhirnya pindah ke sini," jelas Ipul yang ditemui tengah nangkring di atas mobilnya di kawasan Jl Juanda, Depok, Kamis (26/5/2016).



Ipul bercerita, setiap hari dia membawa tahu bulat sebanyak 2.500 buah. Dia membelinya dari juragannya seharga Rp 250 per buah. Untuk mobil, dia menyewa dari si bos. Ipul tergabung dengan kelompok penjual tahu bulat Asian Ciamis Grup.

"Bos dari Tasik, sewa mobil Rp 100 ribu sehari. Jual tahu alhamdulillah habis, dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam," terang dia.

Ipul meyiapkan uang untuk bensin, makan, minyak goreng, dan gas. Sedang untuk bumbu-bumbu didapat dari bosnya, sebagai tambahan dari pembelian tahu.

"Muter saja di Depok terus ke Pasar Minggu," terang dia.

Tahu bullat itu menurutnya berasal dari pabrik di Tasikmalaya. Kemudian dibawa ke Depok dan didistribusikan ke pedagang. Kemudian, untuk mendapatkan tahu bulat yang renyah, minyak harus banyak, maksudnya tahu harus terendam semua.

"Sehari-hari ngontrak di Depok, bareng teman-teman lain," tutup Ipul sambil menggoreng tahu di tengah suara rekaman tahu bulat yang tak putus-putus. (dra/dra)