Eks Napi Korupsi Jadi Pengurus, Golkar Diprediksi Makin Terpuruk

Eks Napi Korupsi Jadi Pengurus, Golkar Diprediksi Makin Terpuruk

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 26 Mei 2016 13:29 WIB
Eks Napi Korupsi Jadi Pengurus, Golkar Diprediksi Makin Terpuruk
Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Jakarta - Ada sejumlah eks narapidana kasus korupsi dalam jajaran pengurus inti Golkar. Partai Golkar dipandang tak peduli dengan politik bersih. Perolehan suara Golkar bakal semakin terpuruk.

"Kelihatannya Golkar memang sudah sangat fokus untuk mendapatkan kekuasaan dan tidak lagi peduli dengan pendidikan politik bersih," kata pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada wartawan, Kamis (26/5/2016).

Susunan kepengurusan seperti ini tak baik untuk citra Golkar di depan rakyat. Masa depan Golkar pun diprediksi suram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Golkar terlalu pragmatis dan hanya merasa berumur tiga tahun. Akan semakin sulit mempertahankan suara loyal yang 14-15 persen dalam Pemilu legislatif, " katanya.

DPP Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto sedang menyusun kepengurusan dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Meski belum final, namun dokumen susunan pengurus DPP Golkar sudah bocor ke publik.

Dalam bocoran dokumen yang diterima detikcom, Kamis (26/5/2016), ada 75 nama pengurus DPP Golkar. Namun sepertinya 75 nama itu belum seluruhnya, karena Golkar di bawah kepemimpinan Novanto menyatakan akan menyusun kepengurusan dengan jumlah 150-an pengurus.

Dari daftar nama pengurus Golkar, bisa dikatakan ada sejumlah kejutan. Nurdin Halid, seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, diberi posisi Ketua Harian. Nurdin pernah divonis dua tahun penjara dalam kasus korupsi minyak goreng.

Nah, nama kejutan ada di posisi Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik, yang diisi oleh Yahya Zaini. Seperti diketahui, saat masih menjadi anggota DPR, Yahya Zaini pernah tersangkut kasus video mesum dengan pedangdut Maria Eva.

Nama lain yang terbilang kejutan adalah masuknya Fahd El Fouz Arafiq sebagai Ketua DPP Golkar bidang Pemuda dan Olah Raga. Seperti diketahui Fahd pernah mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi Alquran. Ada juga Sigit Haryo Wibisono. Sigit pernah divonis bersalah dan dihukum 15 tahun penjara dalam kasus pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnain, Dirut PT Putra Rajawali. Dia bebas 6 September 2015.

Baca juga: Ini Daftar Pengurus DPP Golkar

Tak hanya kalangan pengamat yang melihat masa depan Golkar suram di tangan para pengurus baru ini. Yorrys Raweyai yang masuk dalam jajaran pengurus inti sebenarnya berharap pengurus Golkar bebas dari cacat moral.

"Kita punya prinsip, kepengurusan Golkar harus mencerminkan wajah-wajah baru, generasi baru yang mewakili citra bersih, terutama soal moral," kata Yorrys kepada wartawan, Kamis (26/5/2016). (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads