DetikNews
Kamis 26 Mei 2016, 10:41 WIB

#nodrivingunder17

Banyak Anak Kendarai Motor dan Terjaring Razia di Riau, Termasuk Bocah SD

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Banyak Anak Kendarai Motor dan Terjaring Razia di Riau, Termasuk Bocah SD Foto: Ilustrasi
Pekanbaru - Dalam Operasi Patuh yang digelar jajaran Polda Riau, banyak anak di bawah umur terjaring razia berkendaraan bermotor. Salah satunya bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Demikian disampaikan Dirlantas Polda Riau, Kombes Guritno Wibowo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (25/5/2016). Guritno mengakui memang ada bocah SD yang terjaring razia.

"Kalau kapan peristiwa itu terjadi, saya tidak hapal. Karena setiap kali operasi Patuh banyak anak-anak yang belum memiliki SIM terjaring razia. Mereka tetap kita tilang," kata Guritno.

Guritno menjelaskan, banyak anak sekolah yang membawa motor tanpa memiliki SIM. Banyaknya siswa yang terjaring, Dit Lantas Polda Riau menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi/Kota dan Kabupaten untuk menyosialisasikan dalam syarat berkendaraan.

"Kita melakukan kerjasama kepada dinas pendidikan untuk memberikan pemahaman syarat berkendaraan. Sosialisasi ini perlu dilakukan dinas pendidikan, agar para siswa dapat mematuhi aturan yang ada," kata Guritno.

Selain itu, lanjutnya, bagi anak-anak di bawah umur, pihaknya juga menyurati orangtua. Peran orangtua sangat diharapkan dapat membantu mensosialisasikan berkendaraan.

"Ini perlu kita lakukan, agar peran orangtua ikut dalam mencegah anak-anaknya tidak membawa kendaraan bila memang belum memiliki SIM," kata Guritno.

Selain penertiban, operasi ini dilakukan juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas juga korban meninggal dunia.

"Dengan operasi Patuh yang kita gelar ini, dapat menekan angka kecelakaan hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk angka kematian, bisa turun 27 persen," tutup Guritno.
(cha/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed