"RW sebelah mancing kita, kita kepancing," ucap salah seorang warga yang disapa Ben kepada detikcom, Kamis (26/5/2016).
Ben menuturkan, tawuran terjadi dua kali. Pertama sekitar pukul 02.30 WIB, namun cepat reda karena ada polisi yang datang. Saat suasana sudah sepi, tawuran pecah lagi sekitar 30 menit dan reda sekitar pukul 05.40 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penyebabnya sudah hampir tak diketahui pasti, lantaran tawuran sudah sering terjadi di lokasi yang dikenal dengan 'Gang T' itu. Kadang tawuran pecah hanya karena suara petasan menyalak.
"Di sini pemicunya petasan," terang Ben.
Selain petasan dan lempar batu, dalam tawuran tadi ada warga yang membawa bom molotov. Semacam bom buatan yang dibuat dari botol diisi minyak dan kain lalu dilempar.
"Kita sebagai warga merasa khawatir, bom molotov itu riskan kebakaran," ucap Ben yang mengirimkan foto dan video tawuran ke pasangmata.com itu.
Saat ini tawuran tersebut telah mereda, namun dia berharap pihak kepolisian lebih sigap untuk menuntaskan akar permasalahan dari tawuran di Gang T tersebut. (miq/rii)











































