Hujan Es Sempat Turun di Aceh Utara

Hujan Es Sempat Turun di Aceh Utara

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 23:58 WIB
Hujan Es Sempat Turun di Aceh Utara
Foto: Ilustrasi hujan (Thinkstock)
Banda Aceh - Hujan es dikabarkan terjadi di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh. Fenomena itu terjadi saat wilayah tersebut sedang dilanda hujan deras disertai petir.

"Dari hasil konfirmasi kami dengan rekan BMKG Lhokseumawe memang dari pengamatan awan, diperoleh dasar awan di bawah 500 meter, dan juga sebelum terjadi hujan es ada hembusan angin yang kuat," kata Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, Zakaria saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/5/2016) malam.

Informasi dihimpun detikcom, hujan es tersebut terjadi siang tadi. Beberapa warga yang melihat fenomena tersebut tidak berani mengambil butiran es. Bahkan tidak ada yang berani mengabadikan butiran es.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena hujan es ini tidak berlangsung lama, ukurannya seukuran biji jagung. Warga sempat melihat butiran es dari tempat mereka berteduh.

Menurut Zakaria, fenomena hujan es terjadi karena ada beberapa faktor penyebabnya yaitu adanya awan Cumulonimbus, dasar awan yang sangat rendah atau dekat dengan permukaan bumi dan adanya suhu udara dingin di bawah permukaan awan.

Dengan adanya unsur tersebut, peluang kumungkinan terjadi hujan es lebih besar. Meski demikian, fenomena tersebut jarang terjadi.

"Namun ada terjadi di beberapa tempat khususnya di Aceh yang pernah saya dengar yaitu di Kecamatan Simpang Tiga Sigli Pidie, di Cot Glie Aceh Besar dan sekarang terjadi lagi Lhoksukon Aceh Utara," jelas Zakaria.

"Berbicara hujan es mungkin merasa ganjil bagi masyarakat awam, namun bila dilihat dari kacamata meteorologi ini merupakan fenomena biasa," ungkapnya.

Jika dilihat dari stream line (garis angin) yang dikeluarkan Nassa, kata Zakaria, maka jelas tampak adanya penyempitan masa udara di atas wilayah Lhoksukon. Dengan kondisi atmosfer yang demikian, bisa dipastikan wilayah tersebut ada pertumbuhan awan comulonimbus (CB).

"Dari fenomena itu uap air (awan yang membeku) yang terdapat dalam awan CB ketika jatuh ke bumi tidak sempat mencair karena awannya rendah, bawah permukaan awan dingin dan dihempas oleh angin yang kuat," ungkap Zakaria.

(miq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads