Gerindra Ingin Duet Sjafrie-Djarot di Pilgub DKI, PDIP: Pasti Ada Kejutan

Gerindra Ingin Duet Sjafrie-Djarot di Pilgub DKI, PDIP: Pasti Ada Kejutan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 16:48 WIB
Gerindra Ingin Duet Sjafrie-Djarot di Pilgub DKI, PDIP: Pasti Ada Kejutan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Meski belum resmi berkoalisi, Partai Gerindra sudah mengungkap keinginan menyandingkan Sjafrie Sjamsoeddin dengan kader PDIP Djarot Saiful Hidayat untuk Pilgub DKI 2017. Apa respons PDIP?

Sinyal koalisi kedua partai tersebut menguat menyusul rencana pertemuan PDIP dengan Gerindra untuk membahas Pilgub DKI 2017, Kamis (26/5) besok. Gerindra dan PDIP akan membahas kemungkinan untuk berjuang bersama lagi seperti Pilgub DKI 2012.

"Melakukan komunikasi dan pertemuan dengan partai lain saya kira biasa saja, normal-normal saja," ungkap Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Arif Wibowo di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (25/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif menyatakan bahwa komunikasi antara Gerindra dengan partainya sudah sering dilakukan. Lantas apakah PDIP setuju dengan usul Gerindra untuk mengusung Sjafrie-Djarot?

"Usulan Gerindra nggak apa-apa. Tapi yang jelas kita punya mekanisme. Pasti ada kejutan lah," jawab Arif tak memastikan.

Dalam penjaringan untuk Pilkada, anggota Komisi II DPR ini menyebut ada proses cukup panjang untuk keputusan strategis. Meski disebut Arif, tak menutup kemungkinan ada andil dari sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Untuk memunculkan caleg seperti saya saja harus dari bawah. Jadi ada mekanisme. Ada di partaiku, SK penjaringan, prosedur formil harus dari bawah," ucapnya.

Dalam penentuan calon kepala daerah usai proses penjaringan, biasanya akan melalui sejumlah tahapan lagi. Yakni musyawarah ranting khusus (Musransus), musyawarah anak cabang khusus (musancabsus), konferensi cabang khusus (Konfercabsus), dan konferensi daerah khsus (Konferdasus).

"Kenapa khusus? untuk penjaringan Pilkada. Mulai bulan Juli lah. Tapi itu nanti tetap dikembalikan ke prerogatif ketum," tutur Arif. (ear/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads