"Itu bukan ide buruk (Sjafrie-Djarot). PDIP terbuka untuk bekerjasama dengan parpol lain di Pilgub DKI. PDIP bukan partai tertutup," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira saat dihubungi, Rabu (25/5/2016).
Andreas mengenang kebersamaan PDIP-Gerindra ketika mengusung Jokowi-Ahok di Pilgub 2012 silam. Meski hubungan mesra itu sempat 'putus', PDIP tidak menganggap Gerindra sebagai musuh.
"Ada saatnya PDIP dan Gerindra bersama. Gerindra bukan musuhnya PDIP," ujarnya.
PDIP yang merupakan pemilik suara mayoritas di DPRD DKI sebenarnya bisa mengusung calon sendiri. Lalu, bagaimana bila Djarot hanya ditempatkan sebagai cawagub seperti usulan Gerindra?
"Soal itu masih bisa dibicarakan," jawab Andreas.
Sebelumnya diberitakan, PDIP dna Gerindra akan bertemu esok hari untuk membahas Pilgub DKI. Jika nantinya kesepakatan berkoalisi benar terjadi, Gerindra punya harapan siapa yang akan disandingkan PDIP dengan calonnya. Yakni Djarot Saiful Hidayat yang kini menjabat sebagai Wagub DKI.
"Bisa juga pak Sjafrie dengan Pak Djarot. Kita butuh sosok orang Jawa. Artinya Pak Djarot sangat berpengalaman soal administrasi dari daerah. Pak Sjafrie secara nasional," ungkap Waketum Gerindra Arief Poyuono saat berbincang dengan detikcom, Rabu (25/5/2016). (imk/van)











































