Di Malaysia Ketua MPR Isi Ceramah Sosialisasi 4 Pilar untuk Pelajar Indonesia

Laporan dari Kuala Lumpur

Di Malaysia Ketua MPR Isi Ceramah Sosialisasi 4 Pilar untuk Pelajar Indonesia

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 14:06 WIB
Di Malaysia Ketua MPR Isi Ceramah Sosialisasi 4 Pilar untuk Pelajar Indonesia
Foto: Ketua MPR Zulkifli Hasan mengisi sosialisasi 4 pilar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (Erwin Dariyanto/detikcom)
Kuala Lumpur - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan melakukan sejumlah agenda dalam kunjungan kenegaraan hari ke-2 di Kuala Lumpur, Malaysia. Mengawali kegiatan hari ini, Ketua MPR menyempatkan diri mengisi sosialisasi 4 pilar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SKIL).

Zulkifli dan rombongan tiba di SKIL sekitar pukul 09.30 waktu Kualu Lumpur. Ratusan pelajar, pegawai KBRI di Malaysia dan WNI yang bermukim di Kuala Lumpur hadir dalam sosialisai 4 pilar ini.

Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno mengatakan, sosialisasi 4 pilar sangat penting khususnya bagi pelajar dan generasi muda. Apalagi saat ini penyebaran ideologi garis keras cukup masif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno memberi sambutan (Erwin Dariyanto/detikcom)

"Sosialisasi 4 pilar ini penting di tengah maraknya penyebaran ideologi garis keras," kata Herman dalam sambutannya di SKIL, Kuala Lumpur, Rabu (25/5/2016).

"Diharapkan dengan sosialisasi 4 pilar ini dapat memberikan pemahaman tentang ideologi Pancasila untuk menjaga persatuan," tambah Herman.

Acara diisi hiburan tari-tarian (Erwin Dariyanto/detikcom)

Sosialisasi 4 pilar, kata Herman, khususnya bagi kalangan muda yang masih bersifat labil. "Kalangan muda ini masih labil sehinga cenderung mudah dipengaruhi," kata dia.

Usai Dubes Herman memberikan sambutan, Ketua MPR Zulkifli Hasan pun memberikan ceramah sosialisasi 4 pilar. Selama kurang lebih 30 menit, Zulkifli yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu memberikan ceramahnya.

Suasana di lokasi acara (Erwin Dariyanto/detikcom)

Sosialisasi 4 pilar kebangsaan meliputi: Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945. Pengetahuan tentang Pancasila harus diberikan pada generasi muda Indonesia.

"Pancasila buka untuk dihapal. Pancasila adalah pandangan hidup yang ditanamkan dalam perilaku," kata Zulkifli. (erd/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads