Sadli: SBY-Kalla akan Jatuh Bila Batalkan Kenaikan Harga BBM

Sadli: SBY-Kalla akan Jatuh Bila Batalkan Kenaikan Harga BBM

- detikNews
Minggu, 20 Mar 2005 17:27 WIB
Jakarta - Mantan Menteri Pertambangan dan Energi M Sadli menilai pemerintah akan sulit untuk mencabut kembali keputusan menaikkan harga BBM. Bila sampai kenaikan harga BBM itu dicabut, maka pemerintahan SBY-Kalla akan jatuh. Hal ini disampaikannya dalam diskusi mengenai BBM di kantor Menteri ESDM, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (20/3/2005). Hadir dalam diskusi ini Menteri ESDM Poernomo Yusgiantoro dan Menteri Kominfo Sofyan Djalil."Kalau pemerintah mencabut lagi kebijakan ini, pemerintahan SBY akan terlihat lemah. Untuk langgeng sampai 2009 sulit. Karena itu, yang penting sekarang adalah mengamankan dana kompensasinya saja," kata dia. Sadli setuju terhadap kenaikan harga BBM ini. Menurut dia, memang dalam satu kinerja pemerintahan, ada kalanya pemerintah harus mengambil kebijakan yang tidak populer. "Yang penting, kebijakan itu penting atau dapat bermanfaat bagi kemaslahatan bagi masyarakat banyak," ujarnya. Sadli juga menyatakan, masyarakat tidak perlu pesimistis menanggapi kenaikan harga BBM ini. Bahkan kata dia, gejolak atas kenaikan harga BBM ini tidak akan mempengarughi kondisi perekonomian ke depan. "Kalau ada gejolak, jangan pesimis dulu bahwa ekonomi akan semakian terpuruk, karena sebetulnya yang perlu dikhawatirkan adalah kemungkinan adanya inflasi dan krisis keuangan," terang dia. Selanjutnya, Sadli mengaku dana kompenasi BBM mungkin tidak mampu mengcover seluruh rakyat miskin di In donesia. "Dana kompenasi memang mungkin tidak mampu mengkompensasikan jumlah rakyat miskin. Tapi, saya yakin tahun-tahun ke depan, jumlah rakyat miskin akan mengalami kecenderungan menurun, karena laju pertumbunan ekonomi Indonesia akan naik," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait