Belanja di Wat Arun Bangkok, Bisa Pakai Rupiah

M. Rizal - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 06:03 WIB
Foto: Suasana di Wat Arun (M Rizal/detikcom)
Bangkok - "Murah-murah..ayo beli. Seratus Bath dapat satu, 200 Bath dapat tiga," begitu teriak pedagang pakaian dan souvenir di Pasar Wat Arun, Bangkok, Thailand. Yang menarik, membeli barang dagangan di pasar yang masih satu areal dengan Pagoda Wat Arun ini juga menerima pembayaran dengan uang Rupiah.
Aneka kaos yang dijajakan di Wat Arun (M Rizal/detikcom)

"Bisa pakai rupiah. Ayo Seratus Ribu dapat tiga," teriak Sukhon, perempuan paruh baya, salah satu pedagang kaos dan baju khas tradisional kepada detikcom di Pasar Wat Arun, Minggu 22 Mei 2016 lalu.

Di pasar ini masih satu lokasi deng kompleks candi (wat, -red) dan Temple of Dawn (Buddha Tidur) hanya berjualan pakaian, baik kaus beragam tulisan dan gambar ikon Thailand, maupun pakaian tradisional serta souvenir dan aneka pernak-pernik peribadatan. Harga satu potong kaos ukuran dihargai 50 bath (THB) atau setara Rp 19.185 (nilai kurs 1 bath = Rp 383,70), 100 bath untuk 3 potong kaos dan 200 bath untuk 5 potong kaos.

Sementara untuk pakaian tradisional beragam harganya mulai antara 100 bath hingga 500 bath. Tergantung ukuran, tipe, motif-nya. Begitu juga dengan harga souvenir mulai dari harga 10 bath hingga 1000 bath juga ada. Nah, bila pembayaran menggunakan rupiah, pedagang akan mentotalkan harga semua barang yang dibeli dengan nilai bath, lalu dikonversi ke rupiah.

"Murah banget ya, di Jakarta kaos kaya gini bisa lebih dari Rp 50 ribu sampai ratusan ribu. Ini murah, bahannya bagus dan bordiran semua," terang Aris, salah satu wisatawan asal Jakarta yang tengah memborong lusinan kaos.

Para pedagang di sini rata-rata pasih menggunakan bahas Indonesia, Jepang, Mandarin dan Inggris. Tak hanya menerima rupiah, para pedagang juga bisa bertransaksi dengan menggunakan mata uang dollar, yuan dan yen.

"Mereka belajar bahasa Indonesia, Inggris, mandarin sendiri. Otodidaks, dari baca buku. Tidak ada kewajiban atau diminta belajar sama pemerintah," ujar Kimthong, pemandu rombongan wartawan Jakarta yang diundang Thai Lion Air itu.

Namun, Kimthong menyarankan, agar wisatawan menggunakan mata uang bath ketika berbelanja. Pasalnya, kemungkinan para pedagang menggunakan nilai kurs atau konversi tertinggi atau mahal ketika bertransaksi.

Menuju Pasar Wat Arun atau Tepmle of Dawn wisatawan atau pengunjung harus menyeberangi Sungai Chao Phraya. Tempat ini dapat dicapai dari Jalan Arun Amarin di sisi Thonburi atau naik kapal ferry dari dermaga Tha Tien Fier, tepat di belakang Grand Palace. Tarif menyeberang dengan ferry dikenakan biaya 3,50 bath saja.

Pasar Wat Arun sendiri diambil dari nama Wat (Candi, red) Arunratchatharam. Wat Arun merupakan candi kuno yang dibangun oleh kerajaan Thailand yang kala itu beribukota di Ayutthaya. Awalnya candi ini dinamai Wat Makok. Tapi saat, ibukota Thailand dipindah ke Thonburi oleh Raja Thaksin, candi ini diubah namanya menjadi Wat Chaeng.

Saat Raja Rama II memerintah kerajaan, dilakukan pemugaran kuil dan candi. Kawasan ini lalu diubah namanya lagi menjadi Wat Arunratchatharam. Kebanyakan orang Thailand atau wisatawan menyebutnya Wat Arun. (zal/bag)