"Penundaan dikarenakan low seasons atau hal-hal lain yang terkait bisnis penerbangan," demikian disampaikan Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Kemenhub Hemi Pamurahardjo, Selasa (24/5/2016).
(Baca juga: Ini 217 Frekuensi di 54 Rute Domestik Lion Air yang Dikurangi)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Garuda Indonesia mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan antara 6 Mei-9 Juni 2016 dengan rute:
![]() |
![]() |
![]() |
2. Citilink mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan antara 22 April-15 Juni 2016 dengan rute:
![]() |
3. Sriwijaya Air mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan antara 1-31 Mei 2016 dengan rute:
![]() |
![]() |
4. Nam Air mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan antara 3 Mei-2 Juni 2016 dengan rute:
![]() |
Selain mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan pada masa sepi (low seasons) beberapa maskapai di atas juga sudah mengajukan penambahan kapasitas pada mudik Lebaran, sedangkan beberapa maskapai lainnya yang tidak tercantum belum diterima permohonan penambahan kapasitas penerbangannya oleh Kemenhub.
Berikut penambahan frekuensi atau rute penerbangan dengan rincian sebagai berikut:
![]() |
![]() |
Keterangan:
BDJ: Banjarmasin
CGK: Cengkareng/Jakarta
SUB: Surabaya
JOG: Yogyakarta
BDO: Bandung
BTH: Batam
BKS: Bengkulu
BPN: Balikpapan
TRK: Tarakan
KNO: Kuala Namu/Medan
PDG: Padang
BTJ: Banda Aceh
DJB: Jambi
DPS: Denpasar/Bali
PGK: Pangkal Pinang
PKU: Pekanbaru
PLM: Palembang
PLW: Palu
PNK: Pontianak
SRG: Semarang
KOE: Kupang
LOP: Lombok
MDC: Manado
PKY: Palangkaraya
UPG: Ujung Pandang/Makassar
SOC: Solo
KDI: Kendari
(nwk/trw)




















































