Nampaknya parpol pendukung pemerintah sudah bersiap-siap akan adanya menteri baru dari Golkar dan PAN di jajaran kabinet kerja. Ketum PPP Romahurmuziy sudah bercanda soal menterinya yang cuma satu, tentu saja tidak akan dikurangi lagi.
"PPP kan cuma 1 (menteri di Kabinet Kerja). Masak mau dikurangin lagi," kata Romy saat dimintai tanggapan apabila Golkar dapat jatah menteri yang menggeser posisi menteri PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi yang pernah disampaikan oleh Presiden yang enggak mau ada parpol yang dominan di kabinet itu hanya menyisakan 1 kursi saja. Karena dari 34 kursi kementerian dan lembaga, yang ada di kabinet sudah 16 dari parpol. Apapun itu hak prerogatif presiden," sebutnya.
Bagi PPP sendiri, hal biasa kalau Golkar dan PAN kemudian mendapatkan jatah menteri. PPP juga menyambut gembira bergabungnya Golkar dalam parpol pendukung pemerintahan. Tapi soal jumlahnya itu adalah hak prerogatif presiden.
"Jadi kalau ada jatah kursi atau apapun sebagai konsekuensi Golkar mendukung pemerintahan itu hal yang biasa dan itu hak prerogatif presiden," imbuh Romy.
Soal isu Golkar bakal dapat jatah menteri ini juga sudah direspons oleh Istana. Jubir Presiden Johan Budi menuturkan tak ada yang tahu soal menteri untuk Golkar, selain Presiden Jokowi.
"Memilih dan mengangkat menteri dalam kabinet sepenuhnya kewenangan Presiden, itu diatur dalam konstitusi," ucap Juru Bicara Presiden Johan Budi kepada detikcom, Senin (23/5/2016).
"Jadi tidak ada hubungannya dengan Munaslub dan dukungan Partai Golkar kepada Presiden Jokowi," tegas Johan.
"Apakah nanti memberi kursi menteri atau tidak kepada Golkar, hanya Presiden yang tahu dan punya otoritas," imbuh Johan.
Di internal Golkar sendiri beredar isu santer bakal mendapatkan jatah menteri. Siapa yang bakal diusung juga mulai diperbincangkan. Lalu berapa menteri bakal diperoleh Golkar pasca dukungan penuh ke Jokowi? (tor/van)











































