Perlawanan kubu Ade Komarudin kembali muncul setelah Novanto mengumumkan tiga orang pengurus intinya yakni Idrus Marham sebagai Sekjen, Nurdin Halid sebagai Ketua Harian, dan Robert Kardinal sebagai Bendahara Umum, pada penutupan Munaslub Golkar di Bali, Selasa (17/5) lalu.
Ternyata loyalis Akom kurang puas dengan penunjukan nama-nama pengurus inti itu. Mereka langsung menentang, menolak penetapan orang-orang itu jadi pengurus inti di Golkar, sama halnya dengan menentang keputusan Novanto yang kini sah sebagai ketum Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supit menuturkan bahwa yang disahkan di Munaslub hanyalah Novanto sebagai ketum dan Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina. Orang dekat Ketua DPR RI ini berani bicara susunan pengurus inti Golkar yang diumumkan Novanto secara sepihak itu masih bisa diganti.
Supit bahkan mengungkap kuatnya arus penolakan terhadap penunjukan Nurdin Halid sebagai ketua harian. "Nampaknya selama ini memang begitu (ada penolakan)," ucap Supit.
Loyalis Akom ini berharap pengurus DPP Golkar yang dihasilkan oleh tim formatur nantinya diterima oleh semua jajaran elite Golkar. Sehingga semangat Munaslub untuk mengakhiri perpecahan Golkar tak menyisakan bara dalam sekam.
"Yang penting mereka yang masuk di kepengurusan harus punya kapasitas yang cukup untuk menggerakkan partai dan punya trust. Memilih personalia harus hati hati," katanya.
Lalu apakah perlawanan loyalis Ade Komarudin yang ingin diakomodir di kepengurusan Golkar ini didengarkan Ketum Setya Novanto? Ataukah justru semakin meyakinkan Novanto untuk meniadakan kubu Ade Komarudin di jajaran pengurus internal Golkar? (tor/van)











































