Terkait Soal Ujian Tentang Pembunuhan, Kemendibud Beri Sanksi ke Pihak Sekolah

Terkait Soal Ujian Tentang Pembunuhan, Kemendibud Beri Sanksi ke Pihak Sekolah

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Selasa, 24 Mei 2016 12:12 WIB
Terkait Soal Ujian Tentang Pembunuhan, Kemendibud Beri Sanksi ke Pihak Sekolah
Foto: Pertanyaan soal ujian kelas 2 SD (Foto: Facebook)
Tangsel - Media sosial ramai ketika seorang orang tua murid mengunggah foto soal Ujian SD yang dinilai tidak pantas. Dalam soal ujian tersebut, terdapat pertanyaan yang menanyakan masalah 'perceraian' dan 'pembunuhan'.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad menyayangkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, pihaknya sudah menegur sekolah terkait.

"Jadi sebenarnya hal seperti itu sudah tidak boleh dipakai lagi, sudah dilarang sejak 2012. Kita sudah tegur dan kepala dinas kan sudah tarik buku itu. Itu pasti ada hukuman disiplin," kata Hamid di SDN Jelupang 02, Tangsel, Selasa (24/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, soal yang beredar tersebut dari buku pelajaran bermasalah yang sebelumnya sempat beredar dan membuat resah. "Ya itu kan sebenarnya buku itu yang dulu pernah ramai, sudah dilarang tapi ternyata LKS nya masih dipakai," urai dia.

Diberitakan sebelumnya, orangtua dari salah satu siswa kelas II di SD Negeri Baru 02 Pagi, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengungkapkan keresahannya di akun Facebook. Ia mengunggah foto yang memperlihatkan ada soal pertanyaan yang memuat tulisan 'pembunuhan' dan 'perceraian'.

"Bisa bayangkan anak kita yang di SD kelas II diberikan soal ulangan yang seperti foto yang saya perlihatkan, di mana mereka harus belajar mengenai 'pembunuhan' dan juga 'perceraian'. Anak saya diberikan PR oleh sekolahnya untuk dikerjakan selama libur panjang ini. Ini apa ya? Inikah yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia kepada anak-anak kita di kelas II SD agar mereka belajar tentang pembunuhan dan perceraian? Jangan-jangan mungkin kalau anak-anak kita naik ke kelas III SD akan ada pelajaran 'pemerkosaan' dan 'penganiayaan' kali ya," tulisnya di akun Facebook.

"Mohon menteri pendidikan dan badan pengawas bekerja lebih keras lagi. Pengawasan kalian masih amat buruk. Jangan cuma kegiatan-kegiatan yang diliput TV saja yang kalian gembor-gemborkan dan kalian banggakan. Saya selaku orangtua sangat kecewa dan marah dengan hal ini!" tegasnya.

Dari gambar yang diunggah, tampak sejumlah potongan soal. Beberapa pertanyaan itu keluar dari soal ulangan kenaikan kelas mata pelajaran PLBJ. Salah satu poin pertanyaan isiannya bertuliskan 'Bang Kusen dan Istrinya dibunuh oleh...'. Selain itu di poin pertanyaan pilihan berganda juga terdapat pertanyaan 'Mengapa Bang Maman menyuruh Ijah bercerai, karena... (A) Salim jatuh miskin (B) Salim anak manja (C) Salim punya istri simpanan'.


(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads